Ragam Budaya

Kota Batam merupakan kota dengan unsur masyarakat yang bersifat heterogen. Hal ini dibuktikan dari suku bangsa, adat istiadat, serta agama yang dianut oleh masyarakat Kota Batam yang berbeda – beda. Keberagaman ini dapat terbentuk karena masyarakat di Kota Batam didominasi oleh pendatang yang berasal dari seluruh Indonesia. Sampai dengan tahun 2019, jumlah penduduk di Kota Batam mencapai 1.376.009 jiwa dan dapat terus meningkat seiring perkembangan serta perluasan industri yang sangat pesat.

Walaupun demikian, budaya Melayu yang identik dengan Islam masih begitu kental di Kota Batam yang kemudian menjadi akar budaya lokal. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat upacara-upacara yang mempunyai unsur keagamaan dan mitos yang dinyatakan dalam tari, musik, serta berbagai jenis bentuk seni. Ada beberapa tarian tradisional yang populer, seperti Tari Jogi serta Tari Zapin yang mencerminkan pengaruh kuat budaya Arab. Ada juga Tari Persembahan yang biasanya dilakukan saat menyambut tamu kehormatan. Selain itu, ada Drama Mak Yong yang merupakan drama pertunjukan tari dan lagu, menceritkan tentang sebuah negara bernama "Riuh", yang diyakini menjadi asal nama Provinsi Riau.

Dengan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa serta adat istiadat beragam, agama Islam menjadi agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat di Kota Batam. Simbol masyarakat Kota Batam yang religius salah satunya dituangkan dalam bentuk Masjid dengan nama Masjid Raya Kota Batam yang terletak berdekatan dengan alun–alun Kota Batam, Kantor Pemerintah Kota Batam, serta kantor DPRD Kota Batam. Selain agama Islam, terdapat agama Kristen dan Katolik yang juga diyakini oleh masyarakat Kota Batam, terutama masyarakat yang berasal dari Suku Batak dan Flores. Selanjutnya, agama Buddha merupakan agama yang diyakini oleh mayoritas masyarakat Tionghoa di Kota Batam. Tidak lupa, agama Hindu juga menjadi agama yang diyakini oleh masyarakat di Kota Batam terutama masyarakat pendatang dari Bali serta daerah lainnya di Indonesia.