Fly Over Sei Ladi dan Wajah Infrastruktur Pendukung Investasi

Fly Over Sei Ladi dan Wajah Infrastruktur Pendukung Investasi

Letak geografis Pulau Batam jadi salah satu alasan mengapa kawasan ini dijadikan gerbang perdagangan bebas di Indonesia. Badan Pengusahaan (BP) Batam menyadari betul potensi kawasan ini. Sejurus kemudian, ragam infrastruktur dasar mulai dibangun bertahap.

Dalam sejarahnya, ragam infrastruktur dasar itu tidak hanya pembangunan jalan saja. Tetapi juga termasuk pelabuhan, waduk, hingga bandar udara yang sengaja dibangun untuk menjadikan Batam kawasan ramah investasi, dengan berbagai fasilitas memadai.

Tidak hanya itu, Batam turut pula dilengkapi dengan dua fasilitas pendukung guna menarik investasi luar dan dalam negeri. Keduanya ialah penetapan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Membuatnya bergerak maju dengan deret kawasan beragam industri.

Kemajuan dari sektor ekonomi dan demi mendukung iklim investasi, akhirnya mendorong hadirnya infrastruktur andal yang dilakukan oleh BP Batam. Dalam 4 tahun terakhir, BP Batam bahkan semakin menunjukkan keseriusannya mengembangkan kawasan ini.

Hal itu, dapat terlihat dari sejumlah pembangunan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun. Misalnya pada tahun 2021 lalu, terdapat 59 proyek strategis infrastruktur yang telah diselesaikan. Sementara untuk di tahun 2022, terdapat 32 proyek strategis infrastruktur kawasan yang diselesaikan BP Batam.

Seluruh pembangunan itu pun terdiri dari sarana bidang kesehatan, sarana pengembangan kawasan (Waduk dan Distribusi Air Bersih), prasarana konektivitas darat (Jalan dan Drainase), prasarana konektivitas laut di Pelabuhan Batu Ampar, prasarana konektivitas udara di Bandara Hang Nadim, sarana pengembangan kawasan (Pariwisata), hingga sarana pengembangan kawasan (Limbah).

Sementara pada 2023, terdapat 22 proyek infrastruktur yang selesai dilaksanakan. Lima di antaranya bahkan merupakan kegiatan prioritas nasional, Lima proyek itu pun dibagi ke dalam peningkatan ruas jalan arteri yang menghubungkan Batu Ampar hingga Batu Besar sepanjang 20 km dan pembangunan bundaran Bandara Internasional Hang Nadim.

Kelimanya meliputi peningkatan ruas jalan Simpang Laluan Madani hingga bundaran Punggur. Selanjutnya, peningkatan ruas jalan Bundaran Punggur hingga Simpang Bandara.

Kemudian pengembangan ruas Jalan Hang Jebat dari Simpang Batu Besar hingga Simpang Turi Beach, lalu pembangunan bundaran Bandara Internasional Hang Nadim.

Tidak hanya pembangunan jalan, BP Batam juga telah selesai melakukan perbaikan ponton Pelabuhan Domestik Punggur hingga pembangunan gedung VVIP Bandara Internasional Hang Nadim.

Lalu pada 2024, setidaknya terdapat 17 program dan kegiatan strategis BP Batam yang rampung dilaksanakan. Dimulai dari pembangunan Bundaran Punggur yang merupakan wujud komitmen BP Batam dalam memprioritaskan pengembangan infrastruktur jalan untuk mendukung arus lalu lintas kendaraan dan mobilitas masyarakat.

Pembangunan Jalan Yos Sudarso Tahap 3 (ruas Simpang Bengkong–Underpass Pelita) dan jalan alternatif Bandara Internasional Hang Nadim, serta pembangunan pemukiman warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City di Tanjung Banon.

Lalu pembangunan Jalan Hang Tuah (ruas Simpang Bandara–Simpang Batu Besar), Jalan Hang Jebat Tahap 2 (ruas Simpang Batu Besar–Simpang Polda Kepri), dan Jalan Hang Kesturi (ruas Citra Aerolink–Simpang Batu Besar). BP Batam turut pula melakukan penyediaan infrastruktur air bersih di Tanjung Banon, sebagai bagian dari upaya mendukung investasi di Rempang Eco-City.

Namun, yang cukup mendapat perhatian ialah pembangunan Fly Over Sei Ladi yang baru saja diresmikan akhir tahun lalu. Pembangunan jembatan ini merupakan upaya BP Batam mengurai kemacetan di area Universitas Internasional Batam–Taman Kota menuju RS Awal Bros. Flyover ini juga dibangun guna mendukung mobilitas transportasi dan logistik menuju Pelabuhan Batu Ampar.

Di sisi lain, terdapat pula program lainya yang tidak hanya tersentralisasi di pusat kota saja. Perhatian BP Batam juga tertuju pada perbaikan Jalan Trans Barelang, pengembangan Taman Kolam dan Taman Rusa Sekupang, pembangunan Jalan Kawasan Industri Kabil, penataan Simpang Sei Harapan, dan pembangunan Gedung VVIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Namun, pengembangan infrastruktur ini masih terus berlanjut hingga akhir 2025 mendatang. Pembangunan ruas jalan serta infrastruktur pendukung investasi pun masih jadi prioritas utama. Dua hal yang diharapkan tidak hanya menambah estetika kota saja, tapi juga turut menjadi stimulus pertumbuhan pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Artikel Lainnya

BP Batam dan BRIN Perkuat Riset Ketahanan Air, Dukung Industri Berkelanjutan

Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan sumber daya air dan mendorong pengembangan industri berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan

21 Juni 2026

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam. Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu

19 Juni 2026

Realisasi PNBP Meningkat, Kinerja Keuangan BP Batam Makin Optimal

Kinerja keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga 15 Juni 2026 menunjukkan tren yang positif. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp 899,23 miliar atau 36,73 persen dari target

19 Juni 2026

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027

Kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam sepanjang tahun 2025 dan Triwulan I tahun 2026 mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR RI, Rabu (17/6/2026). Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade,

18 Juni 2026

Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap

Maraknya pencurian dan vandalisme terhadap fasilitas publik menjadi perhatian serius. Untuk menutup ruang peredaran barang hasil kejahatan, BP Batam bersama Polda Kepri dan pelaku usaha besi tua (scrap) menandatangani Pakta

15 Juni 2026

Ditpam BP Batam Resmi Berada di Bawah Koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum

Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Apel Penyerahan Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan Kawasan dari Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur kepada Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum di Mako Ditpam BP Batam, Senin (15/6). Apel

15 Juni 2026

Share:

Cari Informasi di BP Batam

Temukan layanan, Berita, atau informasi publik.