Kategori
Gallery

BP Batam Gelar Bimtek Penyusunan SOP dan Proses Bisnis

Kategori
News

BP Batam Gelar Bimtek Penyusunan SOP dan Proses Bisnis

Kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta yang terdiri dari pejabat struktural tingkat 3 dan 4, dan para pengelola SDM di 22 unit kerja di lingkungan BP Batam, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Acara dibuka langsung oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentojoro, yang didampingi oleh Kepala Biro SDM dan Organisasi BP Batam, Lilik Lujayanti.

Adapun kegiatan ini menghadirkan Analis Kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Juan Handy dan Eko Prihandoko.

Kedua narasumber tersebut menyampaikan implementasi kebijakan, penyusunan peta proses bisnis, penyusunan SOP-AP, monitoring dan evaluasi SOP, yang disampaikan secara virtual.

Kepala Biro SDM dan Organisasi BP Batam, Lilik Lujayanti, mengatakan, kegiatan penyusunan peta proses bisnis ini bertujuan agar instansi pemerintah mampu melaksanakan tugas dan fungsi secara efektif dan efisien, guna mencapai visi dan misi organisasi, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah.

Sedangkan pembuatan SOP sendiri bertujuan untuk memberikan pedoman bagi instansi dalam mengidentifikasi, merumuskan, menyusun, mengembangkan, memonitor, dan mengevaluasi sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi, sejalan dengan amanat Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan.

“Mengingat adanya perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK), agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang dimiliki satu unit kerja dengan yang lainnya, serta untuk kejelasan, kemudahan, efisiensi dan efektivitas, maka Bimtek pada hari ini sangatlah penting bagi BP Batam,” ujar Lilik.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo, dalam pengarahannya, mengimbau pada peserta agar memonitor sisi penerimaan dan belanja BP Batam yang erat kaitannya dengan proses bisnis dan SOP yang akan disusun di dalam Bimtek tersebut.

“Yang menjadi salah satu hambatan di BP Batam selama ini adalah masalah serapan. Pada 2020, hanya mencapai 74 persen. Pada 2021, Kepala BP Batam telah menargetkan sekitar 95 persen. Dan ini harus kita capai bersama. Siapa yang tidak bisa melaksanakan, maka akan kita ganti. Nah, ini akan kita kawal terus,” tegas Wahjoe.

Dengan SOTK yang baru, Wahjoe menginginkan unit kerja yang berkaitan dengan proses bisnis mampu menggambarkan secara utuh, mulai dari input, proses, hingga output-nya yang berdampak pada outcome, dalam hal ini pelanggan atau para pemangku kepentingan BP Batam.

Wahjoe berharap para peserta mampu mengoptimalkan ilmu dari narasumber, yang dapat melahirkan gagasan konstruktif yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan keputusan.

“Jadi, kemajuan organisasi itu karena mendapat dorongan dari bawah. Jika merasa ada proses yang harus dipangkas untuk efisiensi pelayanan, silahkan disampaikan. Atau ada saran lainnya, katakan saja. Jadi semua proses bisnis secara utuh dapat berlangsung efektif dan efisien,” pungkas Wahjoe. (rud)

Batam, 26 Januari 2021

Kategori
Gallery

Kepala BP Batam Tinjau Taman Danau Teratai Sekupang, Taman Rusa dan Jembatan Kawasan Industri Sekupang

Kategori
News

Kepala BP Batam Tinjau Taman Danau Teratai Sekupang, Taman Rusa dan Jembatan Kawasan Industri Sekupang

Adapun sejumlah aset yang dikunjungi, antara lain Taman Rusa Sekupang, Taman Danau Teratai Sekupang, serta Pembangunan Jalan Kolektor dan Jembatan Kawasan Industri Sekupang Tahap 1.

Turut hadir mendampingi peninjauan tersebut, Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Paranoan, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar beserta jajaran.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, di awal tahun 2021 BP Batam telah memikirkan bagaimana penyerapan anggaran bisa lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita sedang menyongsong pariwisata di tahun 2021 ini sembari menunggu vaksin selesai kita juga akan terus mengembangkan destinasi wisata, salah satunya Taman Danau Teratai Sekupang dan juga taman Rusa yang terletak di Sekupang,” kata Muhammad Rudi.

“Saya datang ke sini untuk melihat langsung keadaan tempat wisata alam ini. Pengembangan ini sudah dilaksanakan, mulai dari proses perencanaan, desain, pelelangan, sudah dilaksanakan pada tahun ini. Kita berharap di tahun 2022 pekerjaan penataan Taman Danau Teratai Sekupang ini akan selesai,” kata Muhammad Rudi.

Taman Danau Teratai Sekupang ini dibuat sebagai area terbuka hijau dan juga tempat untuk bersantai dan berekreasi. Nantinya akan ada track pejalan kaki dan jalur sepeda.

“Rencananya di sekeliling kolam ini akan dibuatkan jogging track. Taman Danau Teratai Sekupang ini nanti akan menyatu dengan Taman Rusa,” papar Muhammad Rudi.

Rudi, mengatakan, Taman Rusa sekupang sendiri telah dibangun sebagai destinasi wisata olahraga dan rekreasi dengan campuran konsep urban dan alam terbuka yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara di Batam.

Dengan total lahan seluas 12.2866 hektare, BP Batam telah menyusun rencana pengembangan konsep Mini Zoo di Taman Rusa Sekupang. Selain itu, area kegiatan publik dan konservasi juga akan dilakukan renovasi dengan desain yang lebih modern.

Beberapa langkah juga dilakukan oleh BP Batam untuk mengembangkan Kawasan Taman Danau Teratai Sekupang, dengan memanfaatkan topografi eksisting dengan meminimalisasi cut and fill untuk mendapatkan akses visual yang baik ke arah danau.

Upaya lainnya adalah pembersihan danau dari sampah dan tanaman enceng gondok, guna meningkatkan kualitas sanitasi dan visual estetika area danau.

Hal ini dilakukan karena selain sebagai area publik terbuka hijau, Taman Danau Teratai Sekupang merupakan salah satu catchment area yang berfungsi untuk menangkap air hujan yang akan diserap oleh tanah di sekitarnya. (cc)

Batam, 25 Januari 2021

Kategori
Gallery

Pandemi Covid-19, Arus Lalu Lintas Angkutan Udara Bandara Hang Nadim 2020 Alami Penurunan

Kategori
News

Pandemi Covid-19, Arus Lalu Lintas Angkutan Udara Bandara Hang Nadim 2020 Alami Penurunan

GM BUBU Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, mengemukakan, tercatat sebanyak 12.013 pesawat datang dan 12.005 pesawat yang berangkat, serta 731 penerbangan lokal (pesawat kecil) sepanjang tahun 2020. Jumlah ini terhitung kecil jika dibandingkan secara y-o-y dengan total penurunan sebesar -32,43%.

Lebih lanjut, Benny, mengatakan, pada tahun 2020 jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 1.118.729 dan penumpang yang datang tercatat sebanyak 1.163.685 penumpang, serta sebanyak 186.016 penumpang yang transit di Bandara Hang Nadim.

Total akumulasi penumpang di Bandara Hang Nadim sepanjang Januari sampai dengan Desember 2020 adalah 2,4 juta penumpang, dengan total prosentase penurunan -45,58%.

“Untuk kegiatan bongkar muat bagasi, tercatat sebanyak 4,9 juta kg bongkar dan 8,3 juta kg muat, dengan total akumulasi 13,3 juta kg. Total penurunan -42,90%,” ujar Benny Syahroni.

Sedangkan aktivitas kegiatan bongkar muat barang, sebanyak 14,1 juta kg bongkar, 15,4 juta kg muat, dan 221.589 barang transit.

Akumulasi kegiatan barang di Bandara Hang Nadim tercatat 29,8 juta kg dengan total penurunan -31,81%.

Benny Syahroni, menuturkan, penurunan jumlah penumpang dan kargo di Bandara Hang Nadim terjadi karena pandemi korona melanda Indonesia. Lonjakan arus penumpang terjadi hanya pada menjelang dan setelah perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Benny Syahroni, pihaknya telah meyiapkan pos pemeriksaan Swab Antibodi/Antigen serta posko operasional lainnya yang terdiri dari berbagai unsur di bandara, guna mendukung pelayanan dan memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Untuk pemeriksaan swab rapid antigen, kami imbau kepada para calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara 2 atau 3 jam sebelum berangkat, agar tidak terburu-buru dan nyaman saat berangkat,” pungkas Benny. (cc/rud)

Batam, 20 Januari 2021

Kategori
Gallery

BP Batam Sosialisasikan Land Management System (LMS) Online Versi 2

Kategori
News

BP Batam Sosialisasikan Land Management System (LMS) Online Versi 2

Dalam kesempatan tersebut, juga disimulasikan penggunaan layanan Land Management System (LMS) Online pada laman https://lms.bpbatam.go.id/.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pengelolaan Lahan, yang diwakili oleh Kasubdit Pelayanan dan Informasi Lahan, Yarmanis, didampingi oleh Kepala Seksi Pelayanan Informasi Lahan, Linda Anggraini, dan Kepala Seksi Teknologi Data Lahan, Danang Febrian.

Kasubdit Pelayanan dan Informasi Lahan, Yarmanis, dalam pemaparannya, mengatakan, pengembangan aplikasi ini menindaklanjuti arahan Pimpinan untuk mempermudah dan menyederhanakan pelayanan lahan. Land Management System (LMS) Online versi 2 penggunaannya lebih mudah.

“Kami mencoba melakukan perbaikan dan penyederhanaan aplikasi ini, semua dilakukan agar pelayanan lahan berjalan dengan baik. Dari tahun lalu, setelah kita evaluasi dari beberapa masukan yang disampaikan oleh para pengguna, kami mencoba melakukan beberapa perbaikan dan pengembangan. Land Management System (LMS) Online versi 2, sejak 1 Januari 2021, dari data yang masuk, terpantau lancar. Sebelumnya kita juga sudah melakukan sosialisasi mengenai LMS sebanyak 11 kali melalui webinar,” kata Yarmanis.

Adapun yang menjadi konsentrasi di Land Management System (LMS) Online versi 2 ini, adalah mengurangi pengisian atribut informasi yang terlalu banyak oleh pengguna, agar mengantisipasi kesalahan pada penginputan data.

“Semua prosedur, video singkat, dan tutorial sudah kami sediakan di https://lms.bpbatam.go.id/ agar memudahkan pengguna untuk mengoperasikan layanan LMS ini. Mulai dari mendaftar akun, melakukan konfirmasi dokumen dan lainnya. Dari input pertama sampai selesai untuk mencetak dokumen sudah bisa dilakukan di LMS ini,” tambah Yarmanis.

Kepala Seksi Teknologi dan Data Lahan, Danang Febrian, menjelaskan fungsi fitur-fitur yang baru di dalam Land Management System (LMS) Online versi 2.

“Kita lebih melengkapi fitur-fitur yang ada dari sebelumnya. Kita kembangkan menjadi sebuah portal yang berisi informasi, layanan, panduan, helpdesk, pengumuman, tracking dokumen, serta fitur live chat dengan admin LMS Online yang standby pada jam kerja dan hari kerja,” kata Danang.

“Pemohon juga dapat memonitor langsung sampai di mana proses dokumen yang diajukan dengan membuka menu tracking pada aplikasi ini,” kata Danang. (cc)

Batam, 21 Januari 2021

Kategori
Gallery

Kepala BP Batam Lantik 3 Pejabat, Berharap Hadirkan Warna Baru

Kategori
News

Kepala BP Batam Lantik 3 Pejabat, Berharap Hadirkan Warna Baru

Kegiatan pelantikan berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Kepala Subdirektorat Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset BP Batam.

Kemudian Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Direktur Evaluasi dan Pengendalian di Lingkungan BP Batam, dan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 5 Tahun 20201 Tentang Pengangkatan Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi di Lingkungan BP Batam.

Ketiga Surat Keputusan ini ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pada Rabu (20/1/2021).

Adapun pejabat tingkat II yang dilantik, antara lain

  1. Amran, sebagai Direktur Bandar Udara Hang Nadim dan Teknologi Informasi Komunikasi,
  2. Mulyadi Iskandar, sebagai Direktur Evaluasi dan Pengendalian.

Sedangkan pejabat tingkat III yang dilantik adalah AKBP S.A. Kurniawan, sebagai Kepala Sub Direktorat Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam arahannya, mengatakan, dengan hadirnya ketiga pejabat baru tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan arah pengembangan menjadi lebih baik, sesuai dengan Rencana Strategis BP Batam 2020-2024 yang telah disiapkan.

“Tentu kita berharap ketiga pejabat ini mampu memberi warna baru di BP Batam. Bukan berarti pejabat sebelumnya tidak baik, namun karena sudah mengakhiri masa kerja di BP Batam, maka ketiga pejabat ini dilantik hari ini,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi, juga mengajak seluruh karyawan BP Batam untuk bekerja lebih giat agar membawa perubahan yang signifikan di tahun 2021, baik dari segi anggaran dan pembangunan infrastruktur, guna meningkatkan daya saing BP Batam di mata dunia.

“Kita menginginkan peningkatan dari semua sisi, tidak hanya dari sisi realisasi anggaran saja, tapi semua hasil capaian saya harapkan demikian. Semoga dengan tenaga baru, ide-ide dan wawasan baru, apa yang dicita-citakan BP Batam bisa dilaksanakan oleh mereka bertiga,” pungkas Muhammad Rudi.

Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, beserta para pejabat tingkat II dan perwakilan pejabat tingkat III di lingkungan BP Batam. (rud)

Batam, 21 Januari 2021

Kategori
Gallery

Kepala BP Batam: Hang Nadim Disiapkan sebagai Hub Logistik

Kategori
News

Kepala BP Batam: Hang Nadim Disiapkan sebagai Hub Logistik

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kawasan Bandara Hang Nadim akan dirancang menjadi sebuah kawasan hub logistik yang akan meningkatkan perekonomian dan industri di Kota Batam.

“Oleh karena itu, pembangunan dan perluasan gedung kargo juga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hal tersebut,” kata Muhammad Rudi saat melakukan peninjauan apron dan taxiway yang telah selesai dibangun, Rabu (20/1/2021) pagi, di Bandara Hang Nadim.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan tujuan dari peninjauan untuk melihat hasil pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Bandara Internasional Hang Nadim yang disiapkan sebagai Hub Logistik.

“Pagi hari ini kita berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, tepatnya di Apron kargo yang memiliki Panjang 500 meter dan Lebar 168 meter. Apron kargo yang baru ini mampu menampung 5 pesawat berbadan besar, yaitu pesawat Boeing-777. Kita membangun bandara ini untuk mempersiapkan sewaktu-waktu nanti menjadi bandara yang tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga dapat menjadi hub logistik,” kata Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, pada tahun ini juga akan dibangun terminal kargo yang dikerjakan secara multiyears yang akan selesai pada tahun 2022.

“Karena kita sudah merencanakan sebagaimana pembangunan ke depan agar ini menjadi suatu bandara yang betul-betul diminati, tidak hanya nasional, tapi juga internasional. Maka dari itu untuk memenuhi kualifikasi internasional, seluruh kebutuhan infrastruktur harus kita selesaikan. Hari ini kita sudah menyelesaikan Taxiway dan Apron 04,” kata Muhammad Rudi.

Tidak hanya itu, sistem penanganan barang (handling) juga akan diperbarui menjadi sistem terbaru dengan menggunakan sistem otomatis.

Dalam hal volume, walaupun angka volume kargo eksisting Bandara Hang Nadim berada di bawah perkiraan dalam studi Master Plan Tahun 2018, namun volume angkutan lalu lintas udara di Bandar Udara Hang Nadim Batam, mengalami peningkatan yang pesat dan signifikan dari tahun ke tahun, baik penumpang ataupun kargo. Bahkan di saat pandemi Covid-19, pelayanan kargo di Bandara Hang Nadim terus berjalan.

Saat ini, gedung kargo Bandara Hang Nadim memiliki ukuran 80 m x 32 m dan rencana selanjutnya akan dibangun terminal/gedung kargo dengan luas gedung ± 9.600 m².

Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, pada akhir tahun 2020 lalu.

Apron Kargo ini dibangun sebagai penunjang Gedung Kargo untuk menambah daya saing Batam, yang diproyeksikan akan menunjang Bandara Hang Nadim Batam menjadi Bandara Hub-Logistik Indonesia Bagian Barat.

Pembangunan Apron kargo ini telah dilaksanakan tahun 2020 oleh Kontraktor Nindya Karya dengan Konsultan Supervisi Yodya Karya dengan nilai Kontrak sebesar Rp166.529.321.385,73; dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 158 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Selain Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi.

Selanjutnya, di tahun 2021—2022, BP Batam akan membangun gedung/terminal kargo, dengan biaya pekerjaan pembangunannya bersumber dari BLU BP Batam Tahun Anggaran 2021 dengan nilai ± Rp105.015.734.000.

Muhammad Rudi, juga mengemukakan, sesuai rencana ke depan ada dua rencana besar BP Batam, yaitu mengembangkan bandara Hang Nadim dan mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar dan pelabuhan lainnya.

“Ini menjadi prioritas kami dalam memimpin BP Batam, karena menurut kami kedua hal ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat Batam dan juga Indonesia,” pungkas Muhammad Rudi. (cc)

Batam, 20 Januari 2021

Kategori
Gallery

BP Batam Hadiri RDP bersama Komisi VI DPR RI

Kategori
News

BP Batam Hadiri RDP bersama Komisi VI DPR RI

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, hadir didampingi Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengembangan Kawasan Investasi, Sudirman Saad, dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dan sejumlah pejabat tingkat II BP Batam, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Batam Centre, Batam, Selasa (19/1/2021).

RDP dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Aria Bima, dan dihadiri sebanyak 18 anggota Komisi VI DPR RI, baik secara daring maupun hadir langsung di ruang rapat.

Aria Bima, mengatakan, rapat tersebut dilakukan secara terbuka, transparan dan tetap menjaga protokol kesehatan, melalui siaran langsung di dunia maya.

Pada kesempatan ini, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan Pelaksanaan Kegiatan dan Realisasi Anggaran TA 2020 serta Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran TA 2021 di BP Batam.

Muhammad Rudi, melaporkan, dalam tahun 2020 realisasi penerimaan mencapai Rp1.307,54 miliar atau 128,15% dari targetnya, sementara tahun 2019 mencapai Rp1.330,74 miliar atau 104,51% dari targetnya.

Di sisi belanja, realisasi tahun 2020 mencapai Rp1.693,50 miliar atau 77,04% dari pagunya, yang berarti menunjukkan kondisi yang lebih baik dari realisasinya di tahun 2019 yang mencapai Rp1.565,26 miliar atau 75,83% dari pagunya.

“Terkait dengan realisasi belanja BP Batam yang mencapai 77,04 persen, beberapa kegiatan yang belum selesai seluruhnya di tahun 2020 dan akan dilanjutkan di tahun 2021, antara lain adalah proyek infrastruktur di Bandara dan pengembangan Sewerage System,” ujar Muhammad Rudi.

Lebih lanjut, Muhammad Rudi menjelaskan, dalam tahun 2021, DIPA BP Batam yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp2.014,20 milar akan digunakan untuk mendanai dua program, yaitu, Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Dalam tahun 2021, BP Batam akan mengusahakan dukungan dana non APBN sesuai aturan yang berlaku.

Skema yang akan dikembangkan, dikatakan Muhammad Rudi, adalah pemanfaatan aset melalui pola kerja sama, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Kerja Sama Operasi (KSO), dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).

“Kami khususkan hal tersebut terkait dengan Pengembangan dan Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Pengembangan dan Pengelolaan Pelabuhan, Pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), serta beberapa kegiatan lainnya,” kata Muhammad Rudi.

Selain dengan BP Batam, Komisi VI DPR RI juga menggelar RDP dengan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kepala BP Kawasan Sabang dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). (rud)

Batam, 19 Januari 2021

Kategori
News

Nakes RSBP Batam Divaksin

Pemberian vaksin tersebut diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan (nakes) di RSBP Batam yang telah terdaftar.

Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha RSBP Batam, Okta Riza, mengatakan, nakes yang telah menerima vaksin di RSBP sebanyak 43 orang dan 5 orang di Klinik Baloi BP Batam. Mereka terdiri dari para dokter, perawat, bidan, dan tenaga penunjang lainnya, seperti tenaga farmasi, laboratorium, dan radiologi, gizi.

Sebelumnya, dikatakan Okta, para nakes yang sudah mendapatkan pesan melalui SMS melakukan registrasi di laman atau aplikasi PeduliLindungi.

Setelah itu, para nakes dapat mengisi data sesuai jadwal yang dipilih untuk melakukan vaksinasi sesuai hari yang ditentukan.

“Jumlah vaksin yang kami terima menyesuaikan dengan jumlah nakes yang terdaftar dan didistribusikan langsung dari Dinas Kesehatan Kota Batam,” kata Okta.

Ia melanjutkan, vaksinasi ini akan dilakukan seterusnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, serta Kementerian Kesehatan RI.

“Nantinya seseorang akan divaksin sebanyak dua kali. Setelah vaksinasi pertama, berselang empat belas hari kemudian akan dilakukan vaksinasi kedua,” terang Okta.

Jumlah vaksin dapat ditambah apabila di kemudian hari memerlukan kuota yang lebih banyak.

“Dan hari ini sebanyak 38 nakes di RSBP Batam dan 3 nakes di Klinik Baloi BP Batam divaksin. Secara bertahap proses vaksinasi nakes di RSBP Batam akan terus berjalan,” pungkas Okta. (rud)

Batam, 19 Januari 2021

Kategori
Gallery

Nakes RSBP Batam Divaksin

Kategori
News

Kabar Baik! BP Batam Rilis Land Management System Versi 2

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, portal LMS merupakan portal perijinan resmi yang dikembangkan BP Batam, khususnya Direktorat Pengelolaan Lahan, untuk memperoleh informasi mengenai prosedur dan tata cara yang diperlukan dalam pengajuan perijinan lahan di Batam.

Dendi menjelaskan, Pemohon dapat mengakses sistem melalui laman lms.bpbatam.go.id, dengan memasukkan username dan password, serta kode keamanan, lalu klik “masuk”.

Setelah klik “Buat Permohonan” pada sebelah kiri layar, Pemohon kemudian akan menemukan 5 pilihan pendaftaran permohonan.

“Layanan yang dihadirkan di sistem, antara lain Pelayanan Pengalokasian Lahan, Perpanjangan Hak Atas Tanah, Peralihan Hak Atas Tanah, Pelaporan Hak Tanggungan, dan Perubahan Dokumen,” kata Dendi Gustinandar.

Dendi melanjutkan, salah satu kelebihan dari LMS Online Versi 2 ini adalah, Pemohon dapat memonitor status berkas melalui menu Tracking pada portal, dengan mengisi nomor pendaftaran dan PIN atau nomor telepon maupun nama Pengurus.

“Tidak hanya itu, untuk melengkapi kekurangan dokumen permohonan perizinan, Pemohon tidak perlu lagi mengirimkan e-mail. Cukup dilengkapi di LMS Online Versi 2 dan pastikan Anda sudah login di sistem. Tutorial lebih lengkap sudah tersedia di Youtube resmi LMS Online,” jelas Dendi.

Dendi mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan layanan ini secara maksimal dengan mengurus berkas permohonannya secara mandiri.

“Melalui perizinan online ini, BP Batam mengakomodir kebutuhan Pemohon dengan menghadirkan kemudahan pengurusan serta transparansi status berkas dan biaya perizinan,” tutur Dendi.

Pembaruan LMS Online ini, dikatakan Dendi, dilakukan sebagai bentuk percepatan pelayanan perijinan lahan BP Batam, sesuai amanat Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Lahan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga berharap, sebagai sumber realisasi penerimaan dan unit usaha penghasil terbesar, Direktorat Pengelolaan Lahan dapat terus meningkatkan pelayanan untuk masyarakat dan investor ke depannya. (rud)

Batam, 15 Januari 2021

Kategori
News

UWT Bisa Dicicil 10 Kali, Berlaku hingga 26 Februari 2021

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, menyampaikan, kebijakan cicilan UWT tersebut berlaku dari 27 Februari 2020 dan akan berakhir pada 26 Februari 2021.

”Pembayaran cicilan 10 kali dalam setahun sejak diterbitkan fakturnya atau dapat melunasi dengan jatuh tempo pembayaran faktur adalah 60 hari kalender dari tanggal terbit faktur UWT,” kata Dendi Gustinandar.

Ia menambahkan, keringanan sanksi perpanjangan UWT juga diberikan untuk luas lahan di bawah 250 meter persegi yang dapat diajukan melalui Land Management System (LMS) secara online di https://lms.bpbatam.go.id.

Dendi mengatakan, persyaratan untuk membayar UWT, berupa kelengkapan berkas administrasi, antara lain Identitas Pengguna Lahan, PBB Tahun Terakhir, Sertifikat Tanah atau Dokumen Lahan (SKPL/SPPL/Gambar Lokasi/Faktur UWT).

Selanjutnya cara pengajuannya, Pengajuan permohonan melalui website https://lms.bpbatam.go.id. Login menggunakan akun LMS-Online yang sudah terdaftar, klik menu Permohonan, pilih jenis Perizinan, isi dan upload dokumen sesuai persyaratan administrasi, setelah selesai klik kirim permohonan.

Setelah terdaftar, maka tinggal isi dan unggah data yang diminta.

Selanjutnya, administrator akan melakukan verifikas data, dan mengirimkan link aktivasi akun melalui email yang didaftarkan.

Kemudian akan diarahkan untuk proses pembayaran di website tersebut dan akan ada pilihan mengenai pembayaran secara cicilan.

Kemudian dilanjutkan dengan pembayaran UWT ke bank yang ditunjuk BP Batam sebagai mitranya, tentunya setelah menerima faktur.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi email lms-online@bpbatam.go.id, cslahan@bpbatam.go.id dan pada whatsapp 081364711807 dan 081364701797. (cc)

Batam, 15 Januari 2021

Kategori
News

Rumah Sakit BP Batam Tetap Layani Rapid Test Antigen Di Bandara Hang Nadim Meski Jumlah Penumpang Menurun

Sesuai SE tersebut, khusus bagi para calon penumpang yang menggunakan moda transportasi udara wajib mengantongi izin perjalanan, berupa hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil kurun waktu maksimal 2×24 jam untuk perjalanan ke Pulau Bali.

Sedangkan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa, calon penumpang harus memiliki hasil nonreaktif Rapid Test Antigen dengan masa berlaku maksimal 3×24 jam.

Tidak hanya itu, beberapa wilayah Indonesia lainnya juga telah memberlakukan peraturan yang sama melalui SE di masing-masing provinsi.

Sebut saja Provinsi Lampung, Palembang, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat telah memberlakukan Rapid Test Antigen sebagai syarat perjalanan melalui moda udara.

RSBP Batam menugaskan 2 dokter, 2 tenaga medis, dan didukung 8 tenaga non medis untuk melayani Rapid Test Antibodi/Antigen di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Batu Besar, Batam. Jam operasional pelayanan ini sendiri dimulai dari pukul 06.00 s.d. 18.30 WIB

Penanggung jawab Layanan Rapid Test Antigen, dr. Risma, mengatakan, sejak 9 s.d. 11 Januari 2021 sebanyak 400 orang melakukan test swab di Bandara Hang Nadim.

“Memang terjadi penurunan calon penumpang yang melakukan tes di Bandara, jika kita bandingkan dengan masa menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 sebelumnya,” ujar Risma.

Ia berharap, para calon penumpang yang akan berangkat bisa datang lebih awal 2 atau 3 jam sebelum keberangkatan untuk memudahkan pelayanan pemeriksaan. (rud)

Batam, 14 Januari 2021

Kategori
News

SPAM Batam Tagihkan Air Sesuai Dengan Pembacaan Aktual Meter Air Pelanggan

Sejak beroperasinya SPAM Batam di bawah koordinasi BP Batam pada tanggal 15 November 2020 lalu, pada saat itu pula terhitung mulai tanggal 16 s.d. 24 November 2020, telah melakukan pembacaan pencatatan meter air dari rumah pelanggan secara langsung.

Adapun aktual data pencatatan meter air periode sebelum tanggal 15 November 2020, didapat resmi dari BP Batam. Kami memastikan bahwa pencatatan yang dilakukan oleh SPAM Batam pada pembacaan perdana, seperti disampaikan di atas, dilengkapi dengan bukti foto angka stand meter yang aktual dari properti pelanggan.

Dasar Hukum yang menjadi dasar/landasan SPAM Batam dalam pembacaan meter air pelanggan secara langsung adalah Peraturan Kepala BP Batam Nomor 24 Tahun 2020, dengan detailnya sebagai berikut:

  1. Pasal 4.2.4 Kewajiban Pihak Kedua, Melakukan pembacaan meter serta mengelola dan mengoperasikan sistem penagihan.
  2. Pasal 19, Air Minum yang dipakai oleh Pelanggan dihitung setiap bulan sekali sesuai penunjukkan Meter Air untuk pencatatan dihitung setiap tanggal 1 s.d. 24 dan penagihan setiap tanggal 1 s.d. 20 setiap bulannya.

Berdasarkan ketentuan di atas, maka data stand pada meter merupakan alat bukti yang dijadikan dasar penagihan ke pelanggan.

Kami informasikan juga bahwa pada bulan Desember 2020, SPAM Batam melakukan pencatatan meter secara penuh untuk seluruh pelanggan, dan menemukan total jumlah sebanyak 0,1% dari total pelanggan dengan tagihan yang ekstrim tinggi, dengan detail permasalahan yang dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. pelanggan baru yang pada saat serah terima (yaitu tanggal 15 November 2020) belum dilakukan pencatatan secara penuh sehingga pada saat aktual pencatatan yang dilakukan oleh SPAM Batam terjadi lonjakan tagihan yang hal ini merupakan tagihan bulan-bulan sebelumnya;
  2. berdasarkan validasi lapangan didapatkan kebocoran pada Instalasi Dalam properti pelanggan, dan hal ini sudah dijelaskan ke pelanggan terkait;
  3. pelanggan yang pada bulan Desember terjadi kenaikan tagihan rekening airnya. Dan setelah dibaca riil di lapangan di bulan Januari 2021, terdapat perbedaan di mana sebagian pelanggan tagihan bulan Januari lebih kecil dari tagihan bulan Desember 2020. Tetapi pada sebagian pelanggan yang lain ditemukan bahwa hasil pembacaan meter bulan Januari 2021 meskipun stand meternya lebih kecil dari tagihan Desember 2020, namun masih lebih besar dari tagihan pada bulan-bulan sebelum tagihan Desember 2020.

Atas kondisi tersebut, maka tagihan untuk bulan Desember 2020 yang akan dibayarkan pada rekening bulan Januari 2021, SPAM Batam telah menagihkan dengan dasar pembacaan sesuai dengan stand meter aktual, dengan melampirkan foto stand meter riil di properti pelanggan sebagai tagihan pencatatan terakhirnya.

Hal ini juga sudah dikomunikasikan SPAM Batam dengan BP Batam sebagai informasi dasar penagihan pembacaan bulan desember 2020 yang akan dibayarkan oleh pelanggan pada periode bayar tanggal 1 s.d. 20 Januari 2021.

Bagi pelanggan yang mendapatkan tagihan tinggi dimohon untuk datang ke Kantor Pelayanan Pelanggan terdekat untuk dapat segera mendapatkan penjelasan secara detail atau menghubungi Call Center 24 jam 150155.

Informasi Lanjut :
Astriena Veracia
Corporate Communication Moya Indonesia

Batam, 13 Januari 2021 

Kategori
Gallery

RSBP Batam Tetap Layani Rapid Test Antigen di Bandara Hang Nadim meski Jumlah Penumpang Menurun

Kategori
News

Upaya BP Batam dalam Penanganan Pencemaran Lingkungan dan Waduk

Dengan luas catchment area yang mencapai lebih dari 7.500 Ha, Waduk Duriangkang mampu menampung air baku dengan kapasitas lebih dari 100 juta m3.

Asisten Manager Penanganan Limbah, Misyar Yunanto, mengemukakan, untuk penanganan pencemaran lingkungan dan waduk, BP Batam telah membangun beberapa Sedimentasi Trap Trash Rack (STTR).

Sedimentasi Trap Trash Rack (STTR) merupakan sebuah alat untuk menyaring sampah yang akan masuk ke waduk, sehingga air baku yang akan masuk ke waduk sudah dalam kondisi bersih dan aliran airnya sudah lancar.

Sesuai Detail Engineering Design (DED), untuk Waduk Duriangkang, rencananya akan dibangun sebanyak 12 unit, namun tidak semua sekaligus pembangunannya dilaksanakan. Rinciannya sebanyak 8 unit akan dibangun trash rack dan sisanya 4 unit dibangun sand trap.

“Waduk Sungai Harapan sudah dibangun 1 unit dan selesai pada tahun 2020. Untuk di Waduk Duriangkang baru 3 unit, yaitu STTR 4, STTR 5 dan STTR 6. Dari enam Waduk yang ada sudah terbangun 4 unit STTR. Rencananya akan ada pembangunan lagi untuk Waduk Tembesi 1 unit STTR,” kata Misyar Yunanto.

Sementara itu teknisi pengelolaan limbah, Untung Suardi, mengemukakan, tidak hanya sampah saja, tetapi lumpur dan pasir dapat tersaring di bangunan sedimentasi trap yang secara berkala dikeruk (normalisasi) untuk menghindari pendangkalan waduk, sehingga kapasitas tampung waduk dapat dipertahankan dan air baku dapat terjaga untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Batam

“Jika terjadi hujan selama 2-3 jam, sampah yang ditampung sudah penuh satu bak atau sekitar 3 sampai 4 meter kubik. Jika hujan seperti kemarin (Minggu, 10/1/2021), satu hari bisa dua kali lipat sampah yang kita tampung,” jelas Untung Suardi yang ditemui pada Senin (11/1/2021) saat sedang memantau aktifitas (STTR) inlet-5 yang berdekatan dengan perumahan Duta Mas.

Untung, menambahkan, STTR tetap dijalankan setiap hari dan bisa dihidupkan dengan sistem otomatis. Sementara itu, untuk pengelompokan sampah saat ini hanya kayu yang dapat pisahkan, karena kayu tidak bisa dihancurkan dengan mesin pembakaran.

Terkait dengan banyaknya sampah yang mengaliri drainase, Untung Suardi, mengharapkan dukungan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Jangan membuang sampah ke saluran air atau drainase karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan,” kata Untung Suardi.

Beberapa waktu lalu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melakukan rapat koodinasi bersama BP Batam dan Pemko Batam untuk memastikan permasalahan banjir akan segera diselesaikan. Penanganan masalah banjir dan bencana alam lainnya saat ini menjadi prioritas utama di Kota Batam. (cc)

Batam, 12 Januari 2021

Kategori
Gallery

Upaya BP Batam dalam Penanganan Pencemaran Lingkungan dan Waduk

Kategori
Gallery

RSBP Batam Kini Miliki Layanan Baru

Kategori
News

RSBP Batam Kini Miliki Layanan Baru

Adapun kelima layanan yang diresmikan Kepala BP Batam, berupa CT Scan 128 Slice, ICU PIE, Poliklinik, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), dan Laboratorium PCR.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengharapkan, SIMRS nantinya mampu menjangkau masyarakat dan pihak eksternal lainnya yang terakomodir di dalam sebuah aplikasi telepon seluler.

“Agar sewaktu-waktu masyarakat ingin mengetahui rekam jejak kesehatannya, bisa langsung termonitor secara mandiri. Sehingga jika ingin berobat kembali, semuanya sudah tertera di sana. Lebih cepat dan lebih efisien,” ujar Muhammad Rudi.

Di samping menambah devisa daerah, hadirnya layanan RSBP yang terbaru, diharapkan Muhammad Rudi, menjadi awal langkah konkrit BP Batam dalam meningkatkan pelayanan dan kenyamanan calon pasien, sembari menunggu proses legalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bidang Kesehatan yang akan diterapkan di RSBP Batam.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, RSBP Batam dapat menjadi proyek percontohan di Indonesia sebagai KEK Kesehatan. Bila prosesnya selesai dan izinnya sudah keluar, maka banyak sekali kemudahan yang akan diterima oleh RSBP Batam,” jelas Muhammad Rudi.

Direktur RSBP Batam, dr. Afdhalun Hakim, dalam pemaparannya mengemukakan, di antara kelima layanan diresmikan tersebut, SIMRS menjadi salah satu prioritas dalam program pengembangan RSBP Batam.

Menurutnya, SIMRS yang merupakan urat nadi rumah sakit harus dikelola dengan baik, karena hal tersebut akan berdampak besar pada pengelolaan manajemen di rumah sakit secara simultan.

“Keuntungan dari sistem yang baru ini adalah keandalan sistem yang terukur, paperless, dan komprehensif dengan sistem pendukung lainnya. Jadi mulai status pasien, unit gawat darurat, poliklinik, keuangan, dan obat-obatan semuanya sudah terintegrasi lebih baik di sistem,” kata Afdhalun.

Setelah terintegrasi dengan BPJS dan Kementerian Kesehatan RI, dampak yang signifikan terjadi dari pengelolaan SIMRS adalah penghematan dan efisiensi, baik biaya maupun beban kerja petugas.

“Dengan slogan “New RSBP, New Spirit, New Services”, kami berharap ke depannya, sejumlah fasilitas pendukung dapat diperbanyak, baik infrastruktur fisik maupun sumber daya manusia yang kompeten, guna meningkatkan pelayanan RSBP Batam yang lebih prima dari sebelumnya,” kata Afdhalun.

RSBP Batam sendiri diketahui telah lulus akreditasi dengan status tertinggi lima bintang, yaitu Paripurna, yang diterbitkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai wujud komitmen manajemen RSBP Batam.

Turut hadir dalam acara, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Kota Batam, Budi Santoso, Kepala Satuan Pemeriksa Intern BP Batam, Konstantin Siboro, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, dan jajaran RSBP Batam. (rud)

Batam, 13 Januari 2021

Kategori
News

Hujan tak Menghentikan Langkah Kami untuk Terus Bekerja

Hal tersebut langsung direspon cepat oleh Direktorat Infrastruktur Kawasan BP Batam, khususnya unit kerja Pembangunan Gedung dan Utilitas, yang meninjau lokasi tersebut dari pukul 10 pagi sampai dengan pukul 10 malam WIB untuk memastikan lalu intas berjalan lancar.

Kepala Subdit Pembangunan Gedung dan Utilitas BP Batam, Wulung Dahana, menyampaikan, pihaknya terjun ke lapangan mengatasi genangan air yang terjadi di depan jalan Southlink, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam. “Kami juga turun ke lapangan pada 2-3 Januari 2021 beberapa waktu lalu untuk menangani genangan air tersebut,” ujar Wulung.

Dikatakannya, respon cepat ini merupakan tindaklanjut dari salah satu penyelesaian pembahasan titik banjir yang dibahas pada 4 Januari 2021 lalu di ruang rapat Walikota Batam, salah satunya membahas mengantisipasi tingginya genangan di depan jalan Southlink, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam.

Wulung mengungapkan, untuk membatu pembersihan tanah yang longsor tersebut, pihaknya menurunkan juga peralatan berupa 1 Becko Nomor 07 serta 6 buah Dumtruck.

Dalam peninjauan dan penanganan tersebut, Wulung didampingi oleh Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Gedung, Muhammad Prijo Putranto Hutomo, Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Utilitas, Zaharuddin, dan staf Direktorat Infrastruktur sejumlah 8 orang, staf Direktorat Pengamanan Aset sejumlah 8 orang, yang didukung oleh Polisi berjumlah 6 orang, serta Dinas Kependudukan Pemko Batam sejumlah 3 orang.

Batam, 11 Januari 2021

Kategori
News

BUP BP Batam Sosialisasikan Layanan STS-FSU Pelabuhan Batu Ampar

Dalam kesempatan tersebut, juga dipaparkan rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port dan Smart Port.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur BUP, Nelson Idris, yang dihadiri Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, Akbar Harfianto, serta para pelaku usaha bidang kemaritiman.

Nelson, dalam pemaparannya, menjelaskan mengenai rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar Jangka Panjang Tahap 1 (2021-2025) yang direncanakan akan dimulai dengan perkuatan dermaga utara sepanjang 700 meter, pembangunan lapangan peti kemas seluas 2-10 Ha, perkuatan dermaga utara lama sebagai terminal multipurpose sepanjang 408 meter, dan pendalaman alur pelayaran kolam depan dermaga menjadi -8 LWS.

“Dari segi suprastruktur, BUP BP Batam sedang menyiapkan peralatan-peralatan bongkar muat di pelabuhan sesuai dengan standar operasional pelabuhan selayaknya,” terang Nelson.

Meski telah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang hingga tahun 2033, Nelson, berharap pada tahun 2025, arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 1,8 Juta TEUs dan dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3.000 TEUs atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan Peti Kemas Domestik.

“Kami optimis ke depannya, dengan pengembangan infrastruktur dan perlengkapan suprastruktur ini, dapat mengantarkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Smart Port dan Green Port percontohan di Indonesia,” ujar Nelson.

Selain rencana pengembangan Pelabuhan Batu Amparsaya , Nelson, juga mengenalkan Layanan STS/FSU yang merupakan kolaborasi antara BP Batam, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

“Sekarang jika ingin mengurus layanan STS/FSU untuk sementara ini bisa langsung melalui website http://bcbatam.beacukai.go.id/layanansts/login. Dalam sistem single entry tersebut, pengguna jasa bisa mengawasi proses pengurusan dokumen, berapa lama di BP Batam, Bea Cukai dan instansi lainnya,” jelas Nelson.

Kemudahan lainnya yang kini dapat dirasakan para pengguna jasa kepelabuhanan dengan digitalisasi adalah pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA).

“Bila sebelumnya hanya bisa diurus di Kementerian Perhubungan RI, kini telah dilimpahkan kewenangannya kepada KSOP Khusus Batam dan Tanjung Balai Karimun, sehingga proses pengurusan hanya memerlukan waktu satu jam saja,” ujar Nelson.

Nelson juga menegaskan bahwa Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Curah Cair Kabil telah mengantongi sertifikat International Ship and Port Security (ISPS) Code dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Sertifikat ISPS Code yang telah diperpanjang hingga 28 September 2025 ini, kata Nelson, menunjukkan bahwa Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Curah Cair Kabil telah memenuhi fasilitas pelabuhan dengan ketentuan SOLAS 74 bab XI-2 dan bagian A dari Peraturan Internasional untuk Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan International Maritime Orgnization (IMO).

“Sertifikat ISPS Code ini merupakan salah satu persyaratan Internasional dari IMO terhadap pelabuhan yang melakukan kegiatan bongkar muat, serta sebagai bukti bahwa BUP BP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam hal keamanan kapal yang berkunjung ke pelabuhan yang kami Kelola,” imbuh Nelson.

Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk, pada kesempatan yang sama, mengapresiasi hasil kerja keras BUP BP Batam dalam meningkatkan pelayanan kepelabuhanan di Batam.

Ia berharap, rencana pengembangan dan digitalisasi pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar mampu membawa dampak yang signifikan bagi perekonomian Kota Batam.

“Kita harus memperhatikan juga keamanan di laut, begitu juga dengan tarif tambat dan labuh. Jangan sampai rasionya terlalu jauh dengan para pesaing kita. Harganya harus lebih kompetitif,” kata Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk.

Pada akhir sosialisasi dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BUP BP Batam dengan PT Raja Poros Maritim tentang Penyiapan Pengoperasian Ship to Ship dan Floating Storage Unit di Wilayah Kerja BP Batam, yang ditandatangani oleh Direktur PT Raja Poros Maritim, Jadi Rajagukguk dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin.

Adapun kedua instansi akan mempersiapkan studi pendahuluan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan STS-FSU. (rud/fpn)

Batam, 9 Januari 2021

Kategori
Gallery

BUP BP Batam Sosialisasikan Layanan STS-FSU Pelabuhan Batu Ampar

Kategori
News

Digitalisasi Sistem Kepelabuhanan, BUP BP Batam Permudah Pengusaha

Nelson, mengatakan, untuk pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA), misalnya, yang dulu hanya bisa diurus di Pusat (Kementerian Perhubungan), kini telah dilimpahkan kewenangannya kepada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dan Tanjung Balai Karimun, sehingga proses pengurusan hanya memakan waktu satu jam saja.

“Dulu PKKA, mengurusnya bisa 3-4 hari, sekarang satu jam bisa keluar. Jadi memang pengusaha dipermudah sekali dengan adanya digitalisasi,” kata Nelson.

Bentuk penerapan digitalisasi lainya yang juga mempermudah pengusaha adalah penerapan Inaportnet yang ditandai dengan pelaksanaan Go Live Inaportnet pada Kamis, 5 November 2020 lalu.

Nelson, mengatakan, BUP BP Batam dan KSOP Khusus Batam telah berkoordinasi sejak September 2020 untuk mempersiapkan penerapan Inaportnet di Batam melalui kegiatan sosialisasi dengan para stakeholder terkait, seperti Perusahaan Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat dan Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi.

“Dengan dilaksanakannya Go Live Inaportnet, maka pelayanan kapal dan barang di pelabuhan di Batam wajib menggunakan Inaportnet, sehingga mempermudah bagi BUP BP Batam dan KSOP Khusus Batam dalam melakukan pengawasan, pengendalian dan pengaturan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan Batam. Harapannya sistem Inaportnet ini juga akan terhubung dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW) dan National Logistik Ecosystem (NLE),” ujar Nelson.

Nelson tak menampik bahwa perubahan-perubahan ini terjadi karena dukungan Pemerintah Pusat, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi yang selalu mendorong agar Batam bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang menggairahkan terutama di sektor maritim.

Dari hasil rapat daring maupun offline bersama Pemerintah Pusat inilah, institusi terkait di Batam terus menggenjot progress perbaikan di masing-masing internal hingga integrasi sistem berhasil diwujudkkan.

“Dengan integrasi sistem ini diharapkan pelayanan tatap muka dengan petugas dapat dikurangi dan progress layanan dari masing-masing instansi juga dapat terbaca secara transparan di platform yang terintegrasi,” jelas Nelson. (fpn/mi)

Batam, 8 Januari 2021

Kategori
News

Batam Jadi Pilot Project National Logistik Ecosystem

Nelson, menjelaskan, dalam satu platform terintegrasi yang melibatkan regulator, seperti BP Batam, KPU Bea Cukai Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, Kantor Imigrasi Batam dan Balai Karantina Batam, pengguna jasa cukup satu kali melakukan input data yang akan secara otomatis terhubung dengan platform di instansi lainnya.

“Di tahap awal, BLE digunakan untuk kegiatan layanan ship to ship/ floating storage unit (FSU) dan kini juga digunakan untuk layanan kegiatan lainnya seperti penataan logistik,” imbuh Nelson.

BLE yang merupakan bagian dari NLE ini menjadi wadah yang mempertemukan komunitas logistik. Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir dapat melihat dan memilih harga dan kualitas atas ketersediaan truk, vessel, dan warehouse dalam satu aplikasi, dari hulu hingga hilir.

Jika penerapan BLE ini berjalan dengan baik, Nelson tak memungkiri bahwa sistem ini akan diduplikasi di kota-kota lainnya dan terintegrasi dalam sistem induk bernama National Logistic Ecosystem (NLE).

Selain memberikan kemudahan bagi pengguna jasa karena lebih efisien dari segi pengisian data, ia berharap penerapan BLE maupun NLE nantinya dapat berimplikasi pada penurunan biaya logistik.

“Efisiensi waktu dalam hal pengurusan administrasi membuat pelayanan juga lebih cepat sehingga biaya-biaya yang tidak resmi bisa diminimalisir sehingga biaya logistik dapat lebih murah,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, implementasinya, Pelabuhan Batu Ampar Batam dalam waktu dekat akan menerapkan Auto Gate System untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efisien bagi para penguna jasa.

Dikatakannya, peluncuran ini akan dilakukan bersama KPU Bea Cukai Batam.

Auto Gate System sendiri merupakan fasilitas pelabuhan yang menggunakan sistem otomasi sehingga pengguna jasa yang akan masuk dan keluar dari area pelabuhan akan terekam secara otomatis di sistem tanpa perlu mengantre, yang kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan Batu Ampar.

Penerapan Auto Gate System yang dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir Januari 2021 ini menjadi bukti bahwa BP Batam, melalui Badan Usaha Pelabuhan, terus berupaya mengubah wajah Batu Ampar. Pada tahun 2020, BUP BP Batam juga telah menerapkan digitalisasi dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. (fpn/mir)

Batam, 8 Januari 2021

Kategori
News

BP Batam Sosialisasikan Perubahan Tarif Layanan Pengelolaan KPLI–B3 Kabil

Perubahan besaran tarif layanan ini tertuang dalam Perturan Kepala BP Batam Nomor 28 Tahun 2020 Atas Perubahan Peraturan Kepala BP Batam Nomor 15 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Tarif Layanan dan Tata Cara Pengadministrasian Keuangan Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan pada Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan.

General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan, Ibrahim, mengatakan, penyesuaian tersebut perlu dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap biaya operasi dan pengelolaan kawasan.

“Ada beberapa tarif, khususnya dalam pengelolaan KPLI–B3 Kabil yang harus diturunkan agar memiliki daya saing. Namun juga ada tarif sewa yang dinaikkan dengan mempertimbangkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi,” ujar Ibrahim.

Kenaikan tarif tersebut, lanjut Ibrahim, juga dipicu oleh biaya operasional dan pemeliharaan kawasan serta fasilitas KPLI–B3 Kabil yang cukup besar, menilik biaya-biaya yang telah dikeluarkan tahun 2019 mencapai lebih dari Rp 4 milyar untuk membiayai operasional, pemeliharaan dan pembangunan fasilitas.

Adapun penyersuaian tarif layanan jasa sarana dan prasarana Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI-B3) mencakup tarif sewa lahan per m²/tahun, tarif sewa pemakaian jasa timbang, ruang kantor, forklift, loading bay, biaya pengelolaan kawasan KPLI-B3 berupa keamanan, kebersihan, pemeliharaan jalan/drainase, lampu penerangan jalan, dan IPAL, serta biaya pass masuk orang dan kendaraan.

Meski memberlakukan kenaikan pada beberapa tarif layanan, Ibrahim, mengatakan, para tenant memberikan respon positif atas penyesuaian tersebut.

“Secara umum responnya baik, selagi tujuannya untuk mendukung pengembangan fasilitas dan meningkatkan pelayanan, para tenant mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh BP Batam,” tutur Ibrahim.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pentarifan BP Batam, Haris Adi Purnomo, Manager Komersial BP Batam, Lusy Novita, Asisten Manager Pemasaran Dan Pengembangan Usaha, Dedi Suherli, Asisten Manager Tata Lingkungan BP Batam Suriadi Sembiring, serta dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan tenant KPLI BP Batam. (rud)

Batam, 7 Januari 2021

Kategori
Gallery

BP Batam Sosialisasikan Perubahan Tarif Layanan Pengelolaan KPLI–B3 Kabil

Kategori
Gallery

Proyek KPBU Bandara Hang Nadim Masuki Tahap Evaluasi Dokumen Peserta Lelang

Kategori
News

Proyek KPBU Bandara Hang Nadim Masuki Tahap Evaluasi Dokumen Peserta Lelang

Sebelumnya, pada Senin (4/1/2021) lalu, para peserta lelang (tender) telah menyampaikan Dokumen Penawaran di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Centre, Batam.

Peserta lelang yang turut serta dalam penyampaian dokumen penawaran Proyek KPBU Bandara Hang Nadim tersebut adalah Konsorsium Batam, yang terdiri dari PT Angkasa Pura II, PT Adhi Karya, Egis Project S.A., dan Engie South East Asia.

Sedangkan peserta lelang kedua adalah Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation, dan PT Wijaya Karya.

Kepala Sub Direktorat Inisiatif Strategi dan Manajemen Risiko BP Batam, selaku Wakil Ketua Panitia Lelang, Tumirah, mengatakan, kegiatan Penyampaian Dokumen Penawaran Proyek KPBU Bandara Hang Nadim tersebut merupakan salah satu tahapan, di mana para peserta lelang menyerahkan dokumen penawaran kerja sama.

Dalam tahapan tersebut, Panitia Lelang, juga melakukan pembukaan dokumen penawaran administrasi teknis (Sampul I) yang disaksikan secara bersama-sama oleh masing-masing peserta lelang.

“Sebelumnya ada empat peserta lelang yang lulus tahap prakualifikasi. Namun, yang mengajukan dokumen penawaran pada tahapan ini hanya dua peserta, yaitu Konsorsium Batam dan Konsorsium PT Angkasa Pura I,” ujar Tumirah.

Tumirah, mengatakan, meski mengalami pengurangan peserta lelang, tidak terdapat pengaruh yang berarti terhadap proses pelelangan proyek.

Lebih lanjut, Tumirah, menjelaskan, proses lelang ini menggunakan metode 1 tahap dengan 2 sampul, yaitu sampul 1 (Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis) dan sampul 2 (Dokumen Penawaran Finansial)

“Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul 1) yang sudah kami terima akan kami evaluasi, dan akan diumumkan pada tanggal 29 Januari 2021 mendatang. Sedangkan untuk Pembukaan Dokumen Penawaran Finansial akan dilakukan pada tanggal 5 Februari 2021,” jelas Tumirah.

Seluruh rangkaian tahapan pelaksanaan pelelangan proyek ini akan berakhir dengan Penandatanganan Perjanjian KPBU yang dijadwalkan pada tanggal 3 Mei 2021.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam beberapa kesempatan mengatakan, pemanfaatan proyek KPBU yang akan memperbarui dan membangun Bandara Internasional Hang Nadim Batam ini nantinya akan dioptimalkan, guna mendukung kebutuhan arus keluar-masuk barang bagi kelancaran kegiatan perindustrian di Batam. (rud)

Batam, 6 Januari 2021

Kategori
Gallery

Pembangunan Taxiway dan Apron Pesawat Kargo di Bandara Hang Nadim Rampung

Kategori
Gallery

Kepala BP Batam Tinjau Lokasi Rumah Warga yang Tertabrak Kapal Tongkang di Tanjung Uma

Kategori
Gallery

Nilai Investasi PMA di Batam Meningkat pada Triwulan III Tahun 2020

Kategori
News

Pembangunan Taxiway dan Apron Pesawat Kargo di Bandara Hang Nadim Rampung

Fasilitas ini dibangun untuk mendukung Bandara Internasional Hang Nadim sebagai Hub Logistik di Indonesia bagian barat.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh PT Nindya Karya dengan konsultan teknik dan manajemen PT Yodya Karya, menghabiskan waktu lebih kurang 5 bulan lamanya.

“Untuk jangka waktu pelaksanaan pembangunannya sekitar 158 hari kalender atau 5 bulan,” ujar Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, saat ditemui di lokasi pembangunan pada acara Pemeriksaan Adminstrasi dan Serah Terima Pertama Pekerjaan 100% /Provisional Hand Over (PHO), Rabu (30/12/2020).

Lebih lanjut, Fesly, menjelaskan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp166.529.321.385,73 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020.

Selain membangun Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi.

“Proses lelangnya sendiri sudah dilakukan sejak Bulan Juli 2020. Apron ini memang kami bangun sebagai fasilitas untuk mendukung kegiatan kargo bagi armada udara logistik di Bandara Hang Nadim dan bisa menampung lima pesawat kargo tipe Boeing 777,” tutur Fesly.

Adapun luas lahan awal, dikatakan Fesly, yakni 150 x 500 meter. Namun, mengalami perubahan setelah adanya hasil asistensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan diperlebar menjadi 168 x 500 meter, guna mengakomodir pergerakan pesawat.

Project Manager PT Nindya Karya, Adrihadi, mengatakan, meski terkendala cuaca, pihaknya telah berkomitmen untuk merampungkan pekerjaan ini dengan baik dan maksimal.

“Risiko bekerja di akhir tahun pasti akan terkendala cuaca ekstrem. Tapi, selain itu tidak ada halangan yang berarti,” ujar Adrihadi.

Adrihadi, mengatakan, selepas masa pelaksanaan pekerjaan, PT Nindya Karya masih akan melakukan pemeliharaan dengan jangka waktu 180 hari kalender atau 6 bulan lamanya. 

Rangkaian pekerjaan pembangunan Taxiway dan Apron 04 Bandar Udara Hang Nadim Batam ini ditutup dengan serah terima pertama pekerjaan 100%/Provisional Hand Over (PHO) atas Kontraktor Pelaksana PT Nindya Karya dan PT Yodya Karya selaku Penyedia Jasa Konsultasi Supervisi kepada BP Batam pada Rabu (30/12/2020) lalu.

Turut hadir dalam serah terima itu Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, perwakilan Satuan Pemeriksa Internal BP Batam, perwakilan Biro Hukum BP Batam, Manajer Operasional Bandara Hang Nadim dan jajaran, Kepala Sub Direktorat Pembangunan Kepelabuhanan Dan Bandara, Boy Zasmita, Tim Pendamping Ahli Kontrak LKPP, Tim Pendukung PPK 5127, jajaran PT Yodya Karya dan jajaran PT Nindya Karya. (rud)

Kategori
News

Kepala BP Batam Tinjau Lokasi Rumah Warga yang Tertabrak Kapal Tongkang di Tanjung Uma

Adapun tujuan Kepala BP Batam mendatangi lokasi tersebut untuk memediasi warga dan pemilik tongkang dalam penyelesaian ganti rugi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, didampingi Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Yos Guntur, Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Moch. Badrus dan Direktur Badan Usaha Pelabuhan Batam, Nelson Idris, berdialog dengan warga dan pemilik tongkang di SDN 004 Tanjung Uma, Lubuk Baja, dan dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi kejadian.

Muhammad Rudi berharap penyelesaian ganti rugi sesuai dengan fakta dan kerugian yang ada.

Walaupun hujan cukup deras, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengenakan sandal jepit dan baju batik warna biru datang dan meninjau lokasi kejadian.

Usai meninjau di Tanjung Uma, Muhammad Rudi, melakukan peninjauan ke tempat lain untuk memantau suasana Kota Batam.

Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, membuat sejumlah daerah di Kota Batam tergenang banjir dan pasang air laut.(cc)

Kategori
News

Nilai Investasi PMA di Batam Meningkat pada Triwulan III Tahun 2020

Data tersebut dikutip dari Pusat Data dan Informasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, yang disampaikan oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana.

Harlas Buana, mengatakan, nilai investasi PMA di Batam sempat mengalami penurunan di Triwulan II akibat pandemi Covid-19 yang sempat melemahkan beberapa sektor ekonomi di Kota Batam.

“Meski demikian, jumlah investasinya mengalami peningkatan, yaitu dari USD 118 juta menjadi USD 270 juta pada Triwulan III,” ujar Harlas.

Harlas melanjutkan, sektor Industri Mesin dan Elektronik menjadi penyumbang utama pada realisasi investasi tahun ini, dengan total 223 proyek dengan nilai investasi USD 259 juta.

Disusul sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain dan sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.

Hingga Triwulan ketiga 2020, berdasarkan nilai investasi, Luxembourg merupakan negara tertinggi yang menanamkan investasinya sebesar USD 140 juta dengan 5 proyek.

Sedangkan berdasarkan jumlah proyek per negara (lima besar), hingga Triwulan III, Singapura masih merupakan negara terbanyak dengan total 625 proyek dan nilai investasi USD 132 juta.

Disusul Malaysia dengan 113 proyek dengan nilai investasi sebesar USD 12.201,5 juta.

Kemudian, RRT dengan 84 proyek dan nilai investasi sebesar USD 21.414,6 juta. Taiwan dan Jepang, masing-masing USD 13.057,2 juta dan USD 10.270,9 juta.

Lalu Australia sebanyak 40 proyek dengan nilai investasi USD 16.790,3 juta.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu menyampaikan, meski terkendala pandemi Covid-19, Batam masih menjadi salah satu destinasi investasi untuk menanamkan modal. Hal ini menandakan optimisme para penanam modal terhadap iklim investasi di Batam.

Harlas Buana, berharap, realisasi investasi ini mampu meningkatkan gairah investasi PMA di Batam, serta menyerap tenaga kerja di Batam meskipun masih dalam pandemi Covid-19. (rud)

Kategori
News

Sejumlah Proyek Infrastruktur BP Batam Tahun 2020 Telah Rampung

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, dalam keterangannya, yang disampaikan oleh PPK Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan, Boy Zasmita, mengatakan, kegiatan yang bersumber dari PNBP TA 2020 dengan total nilai kontrak sejumlah Rp125.734.651.952,- yang terbagi dalam beberapa proyek perbaikan jalan dan drainase.

“Sejumlah proyek perbaikan jalan telah rampung 100%, di antaranya perbaikan Jalan Yos Sudarso, pembangunan jalan di Kaveling Sambau Nongsa, pembangunan jalur ke-2 Jalan Kawasan Industri Batam Centre, pembangunan Jalan Kolektor & Jembatan Kawasan Industri Sekupang, serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah kawasan industri Kota Batam,” kata Boy Zasmita.

Boy, menambahkan, dana ini juga digunakan untuk pengadaan aspal swakelola, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan peralatan kerja pemeliharaan jalan, Jembatan dan Transportasi Masal, dan Kajian Struktur serta sarana penunjang Jembatan Tuanku Tambusai Barelang.

Selanjutnya beberapa proyek yang juga telah rampung antara lain, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Wasco Engineering Indonesia, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Rotary Engineering Indonesia, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Dock Lautan Lestari, dan Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Caterpillar Indonesia.

“Dalam pengelolaan ini ada pula proyek multiyears yang masih akan berlanjut hingga tahun depan, di antaranya pembangunan dan supervisi jalur ke-2 Jalan Hang Kesturi, pembangunan dan supervisi Jalan dan Lengan Simpang Batu Ampar, dan pembangunan Jalan Kolektor Bundaran Madani sampai dengan Bengkong Sadai,” kata Boy Zasmita.

Boy mengungkapkan, dari sisi pengelolaan drainase semua telah rampung 100%, yaitu proyek Pembangunan Bangunan Pelintas Kaveling Mandiri, dan Pembangunan Bangunan Pelintas Graha Nusa Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu, mengatakan, dengan adanya sistem drainase dan insfrastruktur yang baik dapat membuat Kota Batam semakin mempermudah akses sehingga mendongkrak perekonomian kota untuk mewujudkan menjadi bandar dunia madani. (cc)

Kategori
News

Penumpang di Bandara Hang Nadim Semakin Meningkat, Pelayanan Rapid Test Antigen dan Antibodi Terus Berjalan

Pasalnya, aktivitas dan mobilisasi masyarakat untuk bepergian ke daerah lain mengalami peningkatan. Sementara, Pemerintah saat ini sedang berupaya menekan penyebaran Covid-19.

Plt. Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK, Benny Syahroni, mengemukakan, jumlah penumpang  yang berangkat di Bandara Hang Nadim mengalami kenaikan hingga lebih dari 1.400 penumpang per tanggal 23 Desember 2020.

“Sehari sebelumnya (22/12/2020), jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 4.400 penumpang. Sedangkan pada Rabu (23/12/2020) telah mencapai lebih dari 5.800 penumpang, dengan total 79 penerbangan,” ujar Benny.

Benny melanjutkan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang kembali dan memudahkan calon penumpang dalam memenuhi persyaratan administrasi untuk keberangkatan dengan pesawat udara, per hari ini, BP Batam telah menyuplai stok Rapid Test Antigen di BUBU Hang Nadim sebanyak 250 Test dan stok di laboratorium RSBP Batam 2.600 Test.

“Semuanya dalam keadaan siap untuk digunakan, bila terjadi peningkatan penumpang dalam beberapa waktu ke depan. Dan pelayanan ini akan kami lanjutkan hingga tanggal 4-8 Januari 2021 mendatang,” kata Benny Syahroni.

Penanggung jawab Layanan Rapid Antigen di Bandara Hang Nadim, drg. Anni Maret, dalam kesempatan terpisah menjelaskan, alur pemeriksaan diawali dengan mengisi data diri calon penumpang pada formulir pendaftaran. Kemudian, calon penumpang menuju kasir untuk melakukan pembayaran.

“Tarif yang sudah kami berlakukan adalah tarif resmi dari Kementerian Kesehatan, yaitu Rp 275 ribu untuk untuk wilayah tujuan di luar Pulau Jawa,” ujar Anni.

Setelah itu, calon penumpang menuju bilik pemeriksaan untuk dilakukan Rapid Test Antigen dengan mengambil sampel melalui hidung (nasofaring). Selesainya, calon penumpang dapat langsung menuju ke lokasi pengambilan hasil.

“Kisaran waktu yang dibutuhkan dari swab nasofaring ke pengambilan hasil hanya 15-20 menit. Bila ditemukan antrean panjang di pengambilan hasil, hal tersebut biasanya dikarenakan harus dilakukan pemasukan data dan pengesahan dari dokter,” kata Anni.

Ia melanjutkan, pelayanan Rapid Test Antigen dan Antibodi di Bandara Hang Nadim Batam dimulai dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Pelaksanaan Rapid Antigen dan Antibodi Bandara Hang Nadim bekerjasama dengan RSBP Batam, mulai dari petugas pendaftaran, petugas kasir, analis hingga bagian administrasi yang mengeluarkan hasil laboratorium.

“Dari pelaksanaan Rapid Test Antigen dan Antibodi sejak tanggal 21-23 Desember 2020, terdapat 17 calon penumpang yang terkonfirmasi positif. Untuk itu, kami berikan edukasi agar melakukan tes swab PCR untuk hasil yang lebih akurat,” jelas Anni.

drg. Anni Maret, melanjutkan, tim medis juga akan mengarahkan calon penumpang yang terkonfirmasi positif ke pihak maskapai penerbangan guna me-refund tiket, dan data penumpang akan dilaporkan ke Tim Gerak Cepat (TGC) Penanggulangan Covid-19 Bandara dan TGC Batam guna proses lebih lanjut.

“Kami mengimbau kepada calon penumpang agar dapat melakukan Rapid Test Antigen sehari sebelum, atau minimal dua sampai tiga jam sebelum jadwal penerbangan. Dan silahkan melakukan tes di fasilitas kesehatan yang dirujuk oleh pemerintah. Tentunya hal ini dilakukan untuk menambah kenyamanan calon penumpang dalam bepergian,” kata Anni Maret. (rud)

Kategori
News

Pembangunan Masjid Bandara Hang Nadim Batam Dimulai

Peletakkan batu pertama ini didampingi Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, serta jajaran Forkopimda Kota Batam.

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, dalam laporannya menyampaikan, Masjid Bandara Hang Nadim Batam ini memiliki konsep arsitektur berbentuk Tanjak Melayu, dengan luas lahan 15.797 meter persegi, lantai 1 luas bangunan 2.094 meter persegi, lantai 2 (mezzanine) luas bangunan 468 meter persegi.

Tinggi bangunan masjid mencapai 39,5 meter, tinggi menara masjid 45 meter, kapasitas jamaah pria pada lantai 1 dapat menampung sebanyak 900 jamaah, dan kapasitas jamaah wanita pada lantai 2 dapat menampung sebanyak 350 jamaah.

Struktur pondasi tiang pancang beton, dan tipe struktur bangunan kombinasi struktur beton bertulang dan baja, material arsitektur tanjak aluminium composite panel (ACP).

Biaya pembangunan masjid mencapai Rp39.937.665.520,- dengan sumber pembiayaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kontraktor pemenang PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT. Narga Saraba Bhumi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, masjid ini sudah dirancang lebih kurang satu tahun yang lalu antara BP Batam, MUI Kota Batam, dan seluruh tokoh masyarakat Islam di kota Batam.

“Sesuai kesepakatan bersama, desain gambar bangunan, yaitu Tanjak Melayu. Semua sudah sepakat untuk kita bangun. Adapun waktu pembangunan lebih kurang enam belas bulan kemungkinan akan selesai pada tahun 2022,” ujar Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, pembangunan masjid ini untuk memudahkan para penumpang dan pengguna jasa Bandara, sehingga para penumpang yang ingin berangkat melalui Bandara Hang Nadim apabila masuk waktu solat fardu mereka bisa melaksanakan ibadah di masjid ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, menyampaikan apresiasi pembangunan masjid ini, karena lokasi ini adalah sebagai tempat lalu lintas para turis dan penumpang dari berbagai daerah.

“Dengan keberadaan masjid ini sangat menunjang untuk beribadah. Ini adalah sebagai wujud nyata bahwa mereka di mana pun berada harus menegakkan agama dengan mengerjakan sholat. Ini sangat positif dan kami sangat mendukung semuanya,” kata Usman Ahmad.

Konsep massa bangunan terinspirasi dari bentuk Tanjak Melayu karena tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu. Selain menjadi ikon baru Kota Batam, juga diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan. (cc)

Kategori
News

RSBP Batam Siapkan Layanan Rapid Test Antigen di Bandara Hang Nadim

Direktur RSBP Batam, Afdhalun A. Hakim, mengemukakan, terkait dengan aturan tersebut, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung program pemerintah untuk kelancaran perjalanan ke luar daerah dengan menyediakan layanan rapid test antigen swab di Bandara Hang Nadim.

“Hal ini dilakukan untuk membantu kelancaran proses pelayanan bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan ke luar Kota Batam, terutama dalam melengkapi syarat administrasi yang harus disiapkan untuk memenuhi syarat perjalanan ke Jakarta dan kota-kota lain di Pulau Jawa saat pandemi Covid-19,” kata Afdhalun.

Selain itu, dikatakan Afdhalun, RSBP Batam, juga membuka layanan rapid test antigen swab di RSBP Batam di Sekupang dan di Klinik Baloi dengan biaya sebesar Rp275.000,- sejak tanggal 21 Desember 2021.

Untuk membantu kelancaran pelayanan di Bandara Hang Nadim, RSBP Batam telah menurunkan 1 tim, yang terdiri dari bagian medis dan non medis, yang dilengkapi dengan peralatan untuk pemeriksaan rapid antigen swab, APD lengkap dan mobil ambulans.

“Hal ini juga sesuai dengan instruksi dari Pimpinan BP Batam, agar RSBP Batam bersama BUBU Hang Nadim saling bersinergi dan berkordinasi dalam kelancaran pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk penerapan protokol kesehatan,” tambah Afdhalun.

Dokter spesialis jantung ini berharap pelayanan ini akan memberikan kemudahan dan bermanfaat bagi masyarakat. (OR)

Kategori
News

Bandara Hang Nadim Siapkan Pelayanan Pemeriksaan Rapid Antigen

Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Untuk mengantisipasi dan memberikan pelayanan kepada calon penumpang yang akan berangkat dengan menggunakan transportasi udara, namun belum melakukan pemeriksaan Rapid Antigen, pihak Bandara Hang Nadim Batam telah menyiapkan pelayanan pemeriksaan Rapid Antigen serta menambah jumlah kursi dan menata ulang antrian.

Plt. Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK BP Batam, Benny Syahroni, mengungkapkan, persiapan pelayanan Rapid Antigen dan penambahan kursi sudah dilakukan pihaknya sejak Minggu malam.

Persiapan itu juga termasuk dengan penambahan SDM untuk pemeriksaan Rapid Antigen yang bekerjasama dengan RSBP Batam dan dukungan Kantor Kesehatan Pelabuhan (Hang Nadim) Batam, dan peningkatan koordinasi pengawasan pengamanan bersama jajaran Avsec Bandara Hang Nadim, Polsek Khusus Bandara, dan Lanud TNI AU Hang Nadim.

“Persiapan dan penambahan ini semua kami lakukan agar kendala para calon penumpang yang akan berangkat dapat kami atasi serta memberikan kenyamanan. Kami juga meminta agar para calon penumpang dapat berangkat lebih awal ke bandara agar waktu untuk pemeriksaan tercukupi dan tentunya memberikan kenyamanan bagi calon penumpang itu sendiri,” ujar Benny Syahroni.

“Penerapan protokol kesehatan tetap kami kedepankan,” tambah Benny.

Benny Syahroni, menambahkan, sebagai gambaran rata-rata waktu yang dibutuhkan pemeriksaan Rapid Antigen di Bandara Hang Nadim, yaitu pendaftaran (30 detik – 1 menit), pengisian formulir (4-5 menit) per orang, pembayaran (30 detik-1 menit), dan pemeriksaan membutuhkan waktu 3 hingga 4 menit per orang.

Benny berharap para calon penumpang dan semua pengguna jasa bandara dapat menerapkan protokol kesehatan di lingkungan Bandara Hang Nadim, memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. (rud)

Kategori
News

Rapat Koordinasi Sosialisasi Travel Corridor Arrangement (TCA)/Reciprocal Green Lane (RGL) Batam – Singapore

Rapat koordinasi dan sosialisasi ini dihadiri Economic Affairs Counsellor Embassy of the Republic of Indonesia in Singapore, Hastin A.B. Dumadi.

Rapat kordinasi dan sosialisasi ini juga diikuti oleh beberapa pejabat tingkat II, III, dan IV di lingkungan BP Batam, serta perwakilan pelaku usaha Batam, antara lain Apindo Batam, BSOA, SOME, dan HKI.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana, menyampaikan, rapat ini membahas mengenai Travel Corridor Arrangement (TCA)/Reciprocal Green Lane (RGL) Batam–Singapore.

“Ini merupakan sebuah kepercayaan negara tetangga terhadap Indonesia, khususnya Batam. Kita juga berdiskusi bagaimana meningkatkan kunjungan investasi dari Singapura ke Batam,” kata Harlas Buana.

Harlas Buana menambahkan upaya yang akan dilakukan dalam meningkatkan kepercayaan negara tetangga tersebut. “Intinya adalah bagaimana upaya kita untuk meningkatkan kepercayaan negara tetangga, dalam hal ini Singapura, frekuensi kunjungan bisnis agar ke depannya bisa terus meningkat. Kita juga akan terus memperbaiki dan akan menerapkan suatu lokasi yang aman untuk para pebisnis dari luar menuju Batam,” kata Harlas.

Economic Affairs Counsellor Embassy of the Republic of Indonesia in Singapore, Hastin A.B. Dumadi, menyampaikan, persyaratan bagi WNI dan WN Singapore yang akan melakukan perjalanan bisnis esensial dan perjalanan diplomatik atau kedinasan yang mendesak antarkedua negara.

Untuk WNI (Batam – Singapura) yang hendak melakukan kunjungan dinas dan usaha, serta WN Singapura (Singapura – Batam), adapun persyaratan lebih lengkap dapat dilihat pada website resmi https://kemlu.go.id/singapore/id.

Untuk WNI yang mendatangi Singapura saat ini, diawali dengan Swab PCR Test, 3 hari sebelum keberangakatan, mengisi formulir dan mengunduh aplikasi yang telah ditentukan.

“Ketika sampai di Tanah Merah atau Changi Airport, harus melakukan Swab PCR Test. Selanjutnya melaksanakan karantina selama 2 minggu di tempat yang telah ditentukan dan melakukan swab PCR Test pada hari ke-10,” kata Hastin. (cc)

Kategori
News

Sambut Nataru, Badan Usaha Pelabuhan Batam Kordinasikan Keamanan dan Persiapan Angkutan

Rapat kordinasi dihadiri oleh Perwakilan Polresta Barelang, Perwakilan Lanal Batam, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Kantor Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, Ditpam BP Batam dan beberapa unsur lainnya.

General Manager Pelabuhan Penumpang BP Batam, Ferry Wise Manullang, saat memimpin rapar koordinasi, menyampaikan, menghadapi lonjakan penumpang pada Natal dan tahun baru, pelabuhan penumpang sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung lonjakan penumpang yang nantinya akan menyangkut kenyamanan penumpang.

“Kita sudah mempersiapkan tiga pelabuhan domestik, yaitu Telaga Punggur, Sekupang dan Pelni. Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, yaitu Kepolisian, TNI Angkatan Laut, KKP, KSOP, Balai Karantina, dan lainnya. Dari hasil rapat tadi semua instansi terkait sudah siap mendukung, Dan semoga  berjalan dengan lancar,” kata Ferry Wise.

Persiapan ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan bahwa kegiatan Natal dan tahun baru dimulai dari H-7 sampai H+7, yaitu pada tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021.

Ferry mengimbau kepada instansi terkait dan penumpang untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19. “Karena kita masih dalam masa pendemi, kita berkordinasi dengan instansi terkait untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Dan kepada para penumpang yang hendak berpergian untuk tetap mematuhi perotokol Kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujar Ferry Wise. (cc)

Kategori
News

Pushaka BP Batam Gelar Bimtek Anjab dan ABK

Kepala Pushaka BP Batam, Memet E. Rahmat, dalam sambutannya mengatakan, tujuan Bimtek ini untuk menganalisa apakah pegawai yang dimiliki Pushaka masih kurang atau malah melampaui jumlah yang seharusnya.

Sehingga ketika menyusun rencana kekuatan pegawai untuk kebutuhan Pushaka, bisa lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Memet mengatakan, dengan anjab dan ABK ini, diharapkan dapat mengukur beban dari jabatan yang diemban oleh masing-masing pegawai, khususnya di unit Pusat Harmonisasi Kebijakan BP Batam.

Analis SDM Aparatur Kedeputian Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rahmat Guritno, yang menjadi narasumber dalam Bimtek ini, mengemukakan, perlu ada sinergi antara Pusat Harmonisasi Kebijakan dengan Biro SDMO untuk memajukan manajemen SDM BP Batam.

“Penyusunan Anjab dan ABK ini, merupakan salah satu unsur manajemen SDM yang sangat krusial di BP Batam. Sehingga diperlukan adanya sinergi yang lebih komprehensif dan intens yang dibangun antarunit,” kata Rahmat Guritno.

Ia berharap, melalui Bimtek ini, para pegawai di BP Batam mampu bekerja lebih profesional dan memiliki kinerja tinggi, sehingga mampu mencapai tujuan dan meningkatkan daya saing organisasi.

“Kami akan terus mengawal pelaksaan Anjab dan ABK ini dengan melakukan coaching dan mentoring. Ke depannya kita bisa kembangkan pelatihan dan pengembangan SDM, agar BP Batam mampu menjadi benchmark bagi pegawai ASN lainnya di Indonesia,” ujar Rahmat. (rud)

Kategori
News

Pergerakan Lalu Lintas Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam pada November 2020 Alami Kenaikan

Data pergerakan pesawat yang dihimpun Bandara Hang Nadim, tercatat sebanyak 1.017 pesawat datang dan 1.009 pesawat yang berangkat, serta sebanyak 67 penerbangan lokal (pesawat kecil).

Adapun jumlah penumpang yang berangkat pada November 2020, tercatat sebanyak 95.545 penumpang dan sebanyak 98.632 penumpang yang datang. Selain itu, tercatat sebanyak 16.510 penumpang yang transit di Bandara Hang Nadim.

Sedangkan untuk kegiatan bongkar muat kargo, tercatat sebanyak 1.382.195 kg bongkar dan 1.138.357 kg muat.

Dengan demikian total keseluruhan dari jumlah arus lalu lintas angkutan udara periode Januari s.d. November 2020, untuk penerbangan pesawat sebanyak 22.354 pesawat, dengan rincian sebanyak 10.854 pesawat datang dan 10.847 pesawat berangkat.

Total jumlah penumpang sepanjang Januari s.d. November 2020, sebanyak 2.230.844 penumpang, dengan rincian 1.013.889 penumpang datang dan 1.046.044 penumpang berangakt

Sedangkan total arus barang (kargo) sebanyak 26.944.283 kg, dengan rincian 12.451.109 kg bongkar dan 14.271.585 kg muat.

General Manager BUBU Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, menuturkan, menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021 diperkirakan jumlah arus penumpang di bandara Hang Nadim akan mengalami peningkatan.

Untuk itu, menurut Benny Syahroni, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan membuat posko operasional yang terdiri dari berbagai unsur di bandara, khususnya untuk lebih mendukung pelayanan dan memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (cc)

Kategori
News

Kebakaran di Sebuah Pabrik, Petugas Pemadam Kebakaran bahu-membahu Padamkan Api

Pabrik kertas PT Dehong Paper Industry, yang berada di Kawasan Industri Executif Batam Centre yang membuat/mengolah bahan kertas karton ball press, mengalami musibah kebakaran.

Kasubdit Mitigasi dan Penanggulangan Kebakaran, Barlian Untoro, menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh petugas security perusahaan, kebakaran diduga akibat adanya korsleting arus listrik. Hal ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sebelumnya sejumlah pekerja perusahaan sudah berusaha mencoba memadamkan api dengan menggunakan APAR, kemudian menggunakan kendaraan pemadam kebakran yang berada di kawasan industri executif, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil untuk memadamkan kebakaran di area tersebut.

Barlian menjelaskan, setelah adanya laporan kebakaran yang diterima pihaknya pada pukul 20:30 WIB melalui call center Subdit MPK BP Batam, yaitu 08116060113, selanjutnya seketika itu juga, PBK BP Batam mengerahkan armada pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan Damkar Pemko Batam untuk menuju ke lokasi kebakaran.

Setibanya di lokasi, keadaan api sudah membesar, di mana hampir seluruh bahan kertas ball press sudah terbakar. PBK BP Batam melakukan pemadaman dan blocking area untuk mengantisipasi  perpindahan panas (heat transfer) ke area bangunan lainnya, yaitu bagunan genset di area kawasan industri dan perusahaan pembuat matras springbed.

Proses penanggulangan kebakaran ini melibatkan PBK BP Batam, PBK Pemko Batam, Polresta Barelang dan Polda Kepulauan Riau yang terus berusaha memdamkan api yang berkobar di area tersebut.

Sejumlah kendaraan dan peralatan penanggulangan kebakaran pun dikerahkan. PBK BP Batam saat kejadian mengerahkan 1 unit mobil tanki , 4 unit mobil PK. Damkar Pemko Batam mengerahkan 2 unit mobil tanki dan 3 unit PK, serta armada AWC Polresta 3 unit dan armada AWC Polda 2 unit.

Barlian menjelaskan, sampai dengan Hari Kamis (20/8/2020) pukul 15:45 WIB, petugas pemadam kebakaran masih melaksanakan pemadaman dengan dibantu alat berat kobelco untuk mengurai tumpukan ballpers kertas kardus sambil melakukan penyemprotan.  

Sejumlah personil PBK BP Batam dan Damkar Pemko Batam masih tetap berjaga sampai situasi aman terkendali. (cc)

Kategori
News

BP Batam Serahkan 24.557 Bantuan Sembako di Kecamatan Sei Beduk

Bantuan ini diserahkan oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, dan diterima langsung oleh perwakilan masyarakat di empat Kantor Kelurahan di wilayah Kecamatan Sei Beduk, yaitu Kelurahan Duriangkang, Kelurahan Tanjung Piayu, Kelurahan Mangsang, dan Kelurahan Muka Kuning.

Dalam sambutannya, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, mengatakan, pihaknya akan mengawal pelaksanaan pembagian paket sembako tersebut agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami juga berharap, meskipun tidak banyak, namun paket sembako ini diharapkan dapat meringankan beban warga Kecamatan Sei Beduk yang terdampak Covid-19,” kata Wahjoe.

Selain itu, Wahjoe juga meneruskan pesan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, agar seluruh masyarakat Kecamatan Sei Beduk terus memperhatikan protokol kesehatan setiap beraktivitas di luar rumah, dengan selalu mengenakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun selama sedikitnya 20 detik, dan selalu menjaga jarak.

Adapun isi dari paket sembako tersebut berupa beras 10 kilogram, mi instan 10 bungkus, minyak goreng 2 liter, krimer kental manis 2 kaleng, ikan dalam kaleng 425 gram, teh celup, sirup, dan biskuit.

Turut hadir dalam penyerahan sembako tersebut antara lain, Camat Sei-Beduk, Ghufron, para pejabat tingkat 2 di lingkungan BP Batam, dan tokoh masyarakat setempat. (rud).

Kategori
News

BP Batam Serahkan Bantuan Sembako di Kecamatan Batu Aji

Sebanyak 34.321 paket didistribusikan di 4 kelurahan di wilayah Kecamatan Batu Aji, yaitu Kelurahan Bukit Tempayan, Kelurahan Buliang, Kelurahan Kibing, dan Kelurahan Tanjung Uncang.

Paket Sembako tersebut berisikan beras 10 kg, mie instan 10 bungkus, minyak goreng 2 liter, krimer kental manis 2 kaleng, ikan dalam kaleng 425 gram, teh celup, sirup, dan biskuit.

Kecamatan Batu Aji merupakan lokasi terakhir pendistribusian bantuan sembako dari BP Batam untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, bantuan dari BP Batam ini merupakan wujud kepedulian Badan Pengusahaan Batam kepada masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah di pagi yang cerah ini kita masih mendapat keberkahan dan kesehatan untuk hadir bersama. Pandemi Covid-19 ini belum selesai, saya menghimbau kepada masyarakat Batam untuk terus menggunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan, serta hindari kerumunan. BP Batam hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak lain untuk menjalin kebersamaan, serta peduli terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat Kota Batam, ” ujar Muhammad Rudi.

Salah seorang perwakilan tokoh masyarakat di Kecamatan Batu Aji, menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas bantuan paket sembako yang telah diberikan oleh BP Batam untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di lingkungan Kecamatan Batu Aji.

“Terima kasih banyak atas bantuan paket sembako yang diberikan oleh Badan Pengusahaan Batam. Kami berharap bantuan ini dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat dalam menghadapi perekonomian yang melemah. Kami juga mohon kepada BP Batam dapat membantu untuk memperbaiki drainase yang selalu memicu terjadinya banjir di lingkungan kami,” kata perwakilan tokoh masyarakat di Kecamatan Batu Aji.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro turut menyampaikan harapannya dalam pembagian paket sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Apa yang menjadi permintaan warga akan kami sampaikan dan akan kami carikan solusinya, dan semoga bantuan paket sembako yang diberikan BP Batam ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terimbas Covid-19,” ujar Wahjoe Triwidijo Kontjoro.

BP Batam mengimbau dalam proses pendistribusian sembako agar tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik serta menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.

Turut hadir dalam kegiatan, Camat Batu Aji, Ridwan Afandi, Camat Sagulung, Reza Khadafi, Muspika Kecamatan Batu Aji, para Lurah se-Kecamatan Batu Aji, Kepala Polsek Batu Aji, Pejabat tingkat 2 di lingkungan BP Batam, serta tokoh masyarakat di lingkungan Kecamatan Batu Aji. (cc)

Kategori
News

BP Batam Buka Layanan BLINK Kolaborasi Dengan BPPRD Pemko Batam

Kegiatan ini adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan BP Batam, setelah sebelumnya sempat dihentikan pada Bulan Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kota Batam.

Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, dalam kegiatan pihaknya menerapkan protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

“Program BLINK ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Selain untuk mengedukasi masyarakat, kehadiran kami juga diharapkan mampu mempermudah pengurusan dokumen lahan, khususnya perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT),” ujar Andiantono.

Andiantono mengatakan, pada kegiatan BLINK kali ini, BP Batam menggandeng juga Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemerintah Kota Batam, sebagai bentuk sinergi antardua instansi tersebut.

“Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kami bersinergi dengan BPPRD Batam dalam pelayanan publik. Jadi masyarakat cukup hadir sekali, tapi bisa mengurus dua hal, yakni perpanjangan UWT dan pembayaran PBB,” jelas Andiantono.

Ia mengimbau kepada masyarakat Batam agar untuk memanfaatkan fasilitas dan kemudahan layanan yang diberikan, baik dari BP Batam maupun BPPRD sebagai sarana untuk konsultasi sekaligus pengurusan langsung UWT dan PBB.

“Selain itu, BP Batam juga memberikan insentif, yaitu bagi masyarakat yang melunasi UWT pada Periode 27 Februari 2020 sampai dengan 26 Agustus 2020, maka tidak kenakan denda keterlambatan, khusus tanah yang luasnya 250 meter persegi atau kurang,” ujar Andiantono. (rud)

Direktorat Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar kembali program BP Batam Layanan Keliling (BLINK) pada Rabu (19/8/2020) bertempat di fasilitas umum Perumahan Anggrek Sari, Batam Center.

Kegiatan ini adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan BP Batam, setelah sebelumnya sempat dihentikan pada Bulan Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kota Batam.

Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, dalam kegiatan pihaknya menerapkan protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

“Program BLINK ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Selain untuk mengedukasi masyarakat, kehadiran kami juga diharapkan mampu mempermudah pengurusan dokumen lahan, khususnya perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT),” ujar Andiantono.

Andiantono mengatakan, pada kegiatan BLINK kali ini, BP Batam menggandeng juga Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemerintah Kota Batam, sebagai bentuk sinergi antardua instansi tersebut.

“Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kami bersinergi dengan BPPRD Batam dalam pelayanan publik. Jadi masyarakat cukup hadir sekali, tapi bisa mengurus dua hal, yakni perpanjangan UWT dan pembayaran PBB,” jelas Andiantono.

Ia mengimbau kepada masyarakat Batam agar untuk memanfaatkan fasilitas dan kemudahan layanan yang diberikan, baik dari BP Batam maupun BPPRD sebagai sarana untuk konsultasi sekaligus pengurusan langsung UWT dan PBB.

“Selain itu, BP Batam juga memberikan insentif, yaitu bagi masyarakat yang melunasi UWT pada Periode 27 Februari 2020 sampai dengan 26 Agustus 2020, maka tidak kenakan denda keterlambatan, khusus tanah yang luasnya 250 meter persegi atau kurang,” ujar Andiantono. (rud)

Kategori
News

Kepala BP Batam Muhammad Rudi Paparkan Kinerja BP Batam di Komisi VI DPR RI

Pemaparan disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI, pada Rabu (26/8/2020) malam, di Ruang Rapat Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta Pusat.

Dalam RDP tersebut, Kepala BP Batam didampingi oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Dan Investasi, Sudirman Saad, dan Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua/FP Nasdem, Martin Manurung, dan dihadiri oleh para anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, investasi, dan persaingan usaha.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam kesempatan pertama menjelaskan pokok bahasan dalam RDP kali ini mengenai Kinerja Anggaran BP Batam TA 2019, Laporan Keuangan BP Batam TA 2019, serta Kinerja Anggaran BP Batam TA 2020.

“Berdasarkan kinerja anggaran BP Batam TA 2019, realisasi penerimaan sebesar Rp1.330,74 miliar atau lebih tinggi 4,51% dari target awal sebesar Rp1.273,31 miliar dan lebih tinggi 6,05% dari realisasi tahun 2018,” jelas Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, realisasi penerimaan tersebut bersumber dari tiga unit usaha penghasil terbesar, yaitu Kantor Pengelolaan Lahan (43,27% dari total penerimaan), Badan Usaha Pelabuhan Batam (26,99% dari total penerimaan), dan BUBU Hang Nadim Batam (15,17% dari total penerimaan).

Muhammad Rudi mengatakan, untuk realisasi anggaran per sumber pendanaan 2018-2019, penggunaan saldo PNBP tahun 2019 sebesar Rp243,3 miliar.

Sedangkan untuk realisasi belanja per program BP Batam tahun 2018-2019, realisasi penyerapan anggaran per program mengalami peningkatan pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 sebesar 14,35%, dengan rincian Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BP Batam lebih tinggi 6,26%, dan Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kawasan PBPB lebih tinggi 21,48%.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga memaparkan kondisi penyerapan DIPA BP Batam TA 2019, yang mana total anggaran tidak terserap tahun 2019 sebesar Rp498 miliar, utamanya berasal dari optimalisasi/efisiensi anggaran belanja pegawai BP Batam belanja lainnya sekitar Rp248 miliar, Anggaran beberapa proyek infrastruktur di Pelabuhan Laut dan Bandara tidak teralisasi sekitar Rp173 miliar, dan proyek the Development of Sewerage System in Batam Island tidak terealisasi sebesar Rp77 miliar atau 37 persen.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengemukakan penyebab kurang maksimalnya daya serap anggaran pada tahun anggaran 2020, yaitu pertama, adanya perubahan mata anggaran atas perintah dari pusat untuk menindaklanjuti permasalahan di masyarakat sendiri.

“Kedua, karena kontrak dengan perusahaan dimulai pada bulan Juni dan baru dilaksanakan pada bulan Juli, artinya baru satu bulan lebih dan baru uang muka,” papar Muhammad Rudi.

Namun, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, optimis, dalam dua bulan ini penyerapan anggaran sudah akan mencapai 50%.

Rudi juga menyampaikan kepada Komisi VI DPR RI, dalam penanganan Covid-19 industri yang ada selalu dijaga. “Yang terpenting mereka selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan sampai hari ini industri di Batam masih berjalan dan bertambahnya orderan dari negara luar,” kata Muhammad Rudi.

Terkait pembangunan infrastruktur di Batam, Muhammad Rudi juga menyampaikan kepada Komisi VI bahwa saat ini pembangunan masih tetap berjalan, antara lain pembangunan pelabuhan Batu Ampar, dan pembangunan taxiway dan apron logistic bandara Hang Nadim.

“Bahkan sekitar 1 bulan yang lalu, KEK Maintenance Repair dan Overhaul di Hang Nadim Batam telah distujui Menko Perekonomian,” papar Muhammad Rudi. (cc)

Kategori
News

BP Batam Gelar Webinar Persiapan Industrialisasi dan Investasi Asing Pasca Pandemi Covid-19

Melalui aplikasi Zoom, Web Seminar ini menghadirkan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Ketua KADIN Indonesia untuk Singapura Michael Goutama, dan Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk Abidin Hasibuan sebagai narasumber, serta Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong selaku moderator.

Forum diskusi online yang diselenggarakan oleh BP Batam ini diikuti kalangan pengusaha, akademisi, dan umum, yang membahas topik terkait kesiapan Batam menghadapi industrialisasi dan investasi asing, merumuskan langkah jitu bagi pemerintah dan para pelaku usaha agar bisa berjalan bersama.

Dalam kesempatan pertama, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso yang dalam hal ini mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, membuka Webinar dengan memaparkan beberapa poin penting, di antaranya perkembangan dan dampak pandemi Covid-19 di Indonesia, Surplus Neraca Perdagangan, Integrasi Pengembangan Batam-Bintan-Karimun-Tanjung Pinang, serta 2 KEK di Batam yang telah disetujui oleh Kemenko RI.

“Proyeksi pertumbuhan secara global untuk tahun 2020 berada di kisaran -7,6 hingga -4,9%. Sedangkan Indonesia sendiri kita berharap angkanya menunjukkan tren positif, seperti prediksi dari World Bank dari yang tadinya minus, menjadi 0,0%,” ujar Susiwijono.

Susiwijono melanjutkan, Indonesia mengalami kontraksi ekonomi lebih kecil, yaitu sebesar -5,32% pada kuartal kedua tahun 2020, dibandingkan dengan negara-negara lainnya, terutama ASEAN yang mencapai angka dua digit. Ia juga mengatakan kemungkinan resesi bagi Indonesia selalu ada, dan bukanlah hal yang baru selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Sebagian besar negara-negara di dunia sudah melakukan resesi, bahkan hampir semua negara di ASEAN akan melakukan resesi. Bahkan Thailand sudah lebih dulu resesi, begitu juga dengan Singapura dan Filipina,” ujar Susiwijono.

Sedangkan pada kuartal kedua, Provinsi Kepulauan Riau mengalami kontraksi -6,66%, yang mana jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan kontraksi ekonomi nasional, yaitu sebesar -5,32%.

Kemudian dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor dan impor relatif terdampak minimal. Namun sektor investasi, konsumsi pemerintah, dan lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) menurun tajam dibandingkan dengan nasional.

“Seperti daerah lainnya di Indonesia, sektor jasa, transportasi, dan akomodasi adalah sektor perekonomian yang paling terdampak di Provinsi Kepri. Namun kita harus yakin dan percaya diri dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski mengalami kontraksi yang cukup dalam, namun masih jauh lebih baik dari negara lain,” kata Susiwijono.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam pemaparannya mengatakan, nilai pertumbuhan ekonomi Batam selalu di atas Provinsi Kepulauan Riau dan nasional, di mana tahun 2019 lalu, menurut data dari Badan Pusat Statistik Kota Batam, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 5,92%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mencapai 4,8% serta Indonesia 5,02%.

“Seiring juga dengan jumlah nilai investasi di Batam yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2019 nilai investasi Batam mencapai USD 750.768 juta dan Semester 1 tahun 2020 (Januari-Juni 2020) mencapai USD 497.223 juta. Aktivitas ekspor juga berjalan baik, dengan destinasi seperti China, Prancis, India, Singapura dan Amerika Serikat, yang merupakan beberapa negara tujuan ekspor terbesar dari Batam,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi yakin, Batam masih menjadi primadona dan memiliki daya tarik bagi perkembangan industri dalam menopang pertumbuhan ekonomi regional dan nasional karena tidak dikenakan biaya ekspor impor, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, hingga insentif keuangan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan webinar ini, kami berharap dapat memberikan informasi penting tentang Batam, khususnya kondisi saat ini. Kami tetap melakukan berbagai upaya untuk terus mempromosikan Batam secara aktif, dan BP Batam juga berkomitmen untuk melayani anda dalam mewujudkan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam,” kata Muhammad Rudi. (rud)

Kategori
News

Pengamanan Area Tangkapan Air Waduk Duriangkang akan Ditingkatkan

Peninjauan ini juga dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi area tangkapan air Waduk Duriangkang dengan didampingi sejumlah pejabat tingkat 2 BP Batam, antar alain Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan, Memet E. Rachmat, dan Kepala Biro Umum, Kurnia Budi.

Bahkan dalam peninjauan ini sebanyak 55 pesepeda dari sejumlah komunitas sepeda di Batam turut serta, antara BIFZA Cycling Community (Bifza CC), Blue Bike Club (BBC), Cross Country Cycling Community (4C), dan Baitul Khasanah Gowes Community.

Peninjauan kondisi ATA dimulai pada pukul 07.00 WIB, menempuh jarak 8 kilometer, dimulai dari Jalur Hutan 1 (Piggy Gate) dan berakhir di Jalur Hutan 2.

Kondisi jalur yang licin dan berlumpur karena hujan, serta penuh dengan akar pohon, menjadi tantangan sendiri bagi pesepeda yang melintas di ATA Waduk Duriangkang.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peninjauan lapangan yang dilakukan Anggota Bidang Pengelolaan dan Kawasan Investasi BP Batam, Sudirman Saad pada Kamis (20/8) lalu. Kami ingin tahu betul kondisi area tangkapan air secara langsung,” kata Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin.

Dari peninjauan ini, dikatakan Syahril, masih ditemukan beberapa eceng gondok yang mengisi pinggiran waduk. Meski telah ditahan oleh floating barrier, ia tidak menampik bahwa beberapa eceng gondok tersebut ke luar dari pembatas akibat kencangnya hembusan angin.

“Iya masih ada yang mengambang di permukaan waduk, karena harvester kita hanya satu unit. Sehingga pembersihannya belum optimal. Meski begitu kami terus lakukan agar Waduk Duriangkang bebas dari eceng gondok,” ujar Syahril.

Ia melanjutkan, dari hasil pemantauannya, tidak lagi ditemukan rumah-rumah liar dan kandang peternakan hewan yang dibangun. Namun, ia mengakui, perkebunan ilegal masih ditemukan di sekitar ATA Waduk Duriangkang.

“Pengamanan akan terus kami tingkatkan bersama Tim Terpadu BP Batam yang terdiri dari anggota Direktorat Pengamanan dan Aset serta Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan,” ujar Syahril.

Terkait hal tersebut, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memperketat pengamanan ATA Waduk Duriangkang agar kawasan hutan lindung dan ketersediaan air baku di Pulau Batam tetap terjaga. (rud)

Nomor telepon Pemadam Kebakaran

PBK Batu Ampar

PBK Duriangkang

PBK Sekupang

PBK Sagulung

PBK Sei Panas

Nomor Telepon RS BP Batam