IPAL dan Upaya BP Batam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Sebagai salah satu kawasan industri dan pariwisata yang berkembang pesat di Indonesia, Kota Batam terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Hal ini penting dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, harus berjalan beriringan. Maka dari itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam kemudian membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), guna mengatasi dampak lingkungan dari aktivitas industri dan pariwisata.

IPAL sendiri merupakan fasilitas yang memiliki tugas mengolah air limbah yang berasal dari berbagai sumber, termasuk industri, perumahan, dan sektor komersial. Lewat IPAL, air limbah diolah melalui beberapa tahap seperti pengendapan, filtrasi, dan pemurnian. Fasilitas ini memiliki manfaat utama mengurangi pencemaran lingkungan dengan menghilangkan zat-zat berbahaya dari air limbah, sebelum dilepaskan ke lingkungan alami seperti waduk dan laut. Lewat IPAL ini pula, air limbah yang telah melewati pengolahan dapat menghasilkan air yang lebih bersih dan dapat digunakan kembali untuk beberapa keperluan. 

BP Batam kemudian terus menggesa pengerjaan proyek IPAL sebagai langkah mengamankan waduk dari limbah domestik, penataan sanitasi dan penyehatan lingkungan, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Batam. Selain itu, pembangunan IPAL di Batam akan menjadi sumber air baku baru yang akan menyokong pasokan air baku, selain dari waduk tadah hujan. 

Proyek IPAL untuk tahap pertama adalah area Batam Center. Setelah itu, proyek pengerjaan IPAL akan dilakukan di enam titik daerah lanjutan, yakni di perairan Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang, dan Kabil.

BP Batam telah membangun IPAL di Bengkong Sadai dengan kapasitas 20 ribu meter kubik per hari atau setara dengan 230 liter per detik. Lima stasiun pompa disiapkan untuk memompa limbah domestik ke IPAL, dan sistem ini tersambung ke rumah-rumah warga. Nantinya proses recycling di IPAL juga akan menghasilkan kompos 18 meter kubik per hari, serta menghasilkan recycling air bersih yang akan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri.

Sejauh ini, BP Batam telah memiliki 2 IPAL dengan beragam kapasitas serta didukung dengan armada yang memadai. Seperti IPAL Bengkong dengan kapasitas 20.000 meter kubik (m3) per harinya. Sementara IPAL Batam Centre memiliki kapasitas 2.850 m3.

IPAL BP Batam juga turut didukung  oleh Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Mobile berkapasitas 36 m3 per hari. Dari sisi armada, IPLT ini didukung oleh armada (truk tinja) sebanyak 7 unit. Sementara armada dari rekanan atau swasta ada 25 unit.

Dengan pesonanya sendiri, Batam merupakan tujuan wisata yang popular dan telah menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya.  Secara angka, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, pada semester awal 2023 saja jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 134.280 kunjungan. Angka itu pun mengalami kenaikan sebesar 73,61 persen dibandingkan pada Mei 2023 dengan 77.348 kunjungan.

Jumlah kunjungan itu kemudian mendorong BP Batam terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur, guna mendukung kunjungan wisatawan ke depan. Hal yang sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang menginginkan Batam menjadi kota modern nan madani, serta ramai dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

Untuk itu, BP Batam terus berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui IPAL guna memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Sebab, air dan lingkungan yang bersih dapat meningkatkan daya tarik destinasi ini, menjadikan kunjungan wisatawan lebih menyenangkan dan berkelanjutan. Selain itu, lingkungan yang terjaga dengan baik juga mendukung pertumbuhan sektor investasi, lantaran pelaku usaha cenderung lebih tertarik pada daerah yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

Di sis lain, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan harapannya terhadap proyek IPAL ini. Menurutnya, menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan mendukung IPAL dan teknologi pengolahan air limbah modern, BP Batam ingin memberikan contoh nyata bagaimana pengelolaan sumber daya alam dapat beriringan dengan pembangunan yang berkelanjutan. Rudi berharap proyek IPAL akan menjadi langkah penting menuju Batam yang lebih hijau dan lestari.

Melalui upaya BP Batam dalam mendirikan IPAL dan mempromosikan pengolahan air limbah yang bertanggung jawab, Kota Batam menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan, berkontribusi pada daya tarik pariwisata yang berkelanjutan, dan mendorong investasi yang berwawasan lingkungan. Dengan kerja sama yang kuat dari semua pihak, diharapkan keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat saling berjalan beriringan di masa depan.

Bagikan:

Nomor telepon Pemadam Kebakaran

PBK Batu Ampar

PBK Duriangkang

PBK Sekupang

PBK Sagulung

PBK Sei Panas

Nomor Telepon RS BP Batam