Badan Usaha Bandar Udara dan TIK

Bandar Udara Hang Nadim Batam

Bandar Udara Internasional Hang Nadim terletak di Kota Batam Provinsi Kepualuan Riau. Posisi Kota Batam berada di antara jalur perdagangan segitiga emas Singapura dan Malaysia, yang mempunyai ICAO Code WIDD (Whisky, India, Delta, Delta) dan IATA code BTH (Bravo, Tanggo, Hotel).

Selengkapnya

Bandara Hang Nadim adalah satu – satunya bandara internasional di Batam yang merupakan bandara terbesar di Kepulauan Riau. Bandara Hang Nadim terletak di Batu Besar, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Nama Bandara berasal dari nama Tokoh Pahlawan yang menurut sejarah, Hang Nadim berhasil mengalahkan Portugis ketika menyerang Bintan, Kepulauan Riau. Hang Nadim berpangkat Laksemana diberi tugas sebagai pengawal perairan Melayu dari para pengacau dan perompak serta penjajah Portugis dengan gelar Lang – Lang Laut atau Peronda Laut. Benih perjuangan Laksamana Hang Nadim terus tumbuh dan dikenang dalam kalangan orang Melayu.

Bandara Hang Nadim merupakan bandara yang memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia. Panjang landasan pacu bandara ini mencapai 4.025 meter dengan kekuatan landasan pacu PCN 85.

Bandara Hang Nadim resmi beroperasi pada tahun 1973 dengan status pelabuhan Udara khusus dengan Landasan Pacu sepanjang 700 m untuk menunjang operasional Pertamina. Pesawat yang beroperasi pada saat itu adalah type Skyfan, Britain Norman dan Casa.

Seiring peningkatan pertumbuhan dan fungsi, Bandara Hang Nadim pada Tahun 1995 resmi ditetapkan sebagai Bandara internasional yang melayani rute penerbangan domestik dan internasional. Selanjutnya pada tahun 1999 ditetapkan sebagai Bandara Kelas Satu Utama yang menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai Hub Airport dan Entry Port untuk penerbangan Internasional Keluar dan Masuk wilayah Indonesia.

Untuk menunjang Kota Batam sebagai Kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas yang memiliki daya saing di kawasan regional, konsep pengembangan yang diterapkan pada Bandara Hang Nadim adalah hub logistik atau pusat logistik di Kota Batam. Konsep logistik ini akan berfokus pada kegiatan logistik, kargo ekspor dan impor pada Bandara Hang Nadim.

Volume angkutan lalu lintas udara di Bandara Hang Nadim mengalami peningkatan yang pesat dan signifikan dari tahun ke tahun, baik penumpang maupun kargo. Khusus untuk kargo, terdapat volume sebesar 44.552 ton pada tahun 2019 dan telah dilakukan proyeksi kargo di tahun 2021 mencapai 79.586 serta akan mencapai 730.693 ton di tahun 2040.

Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dibangun fasilitas penunjang kegiatan-kegiatan logistik yaitu apron dan taxiway yang telah selesai dilaksanakan pada tahun 2020. Selanjutnya, pada tahun 2021 BP Batam akan membangun Gedung Terminal Kargo seluas 9000 m2 di Bandara Hang Nadim.

Kedepannya, BP Batam berencana akan menyiapkan pembangunan Gedung TPS (Tempat Penimbunan Sementara) dan RA (Regulated Agent) yang berdekatan dengan terminal kargo untuk mengoptimalisasikan proses chain logistic di Bandara Hang Nadim.

Bagikan:

Nomor telepon Pemadam Kebakaran

PBK Batu Ampar

PBK Duriangkang

PBK Sekupang

PBK Sagulung

PBK Sei Panas

Nomor Telepon RS BP Batam