Melihat Persiapan Batam sebagai Pusat Hub Logistik Internasional

Dengan keunggulan fasilitas wilayah berupa daerah perdagangan bebas (Free Trade Zone), Bandara Internasional Hang Nadim dan Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai memiliki nilai strategis sebagai gerbang transportasi udara serta laut dalam sektor bisnis dan perdagangan.

Bandara Internasional Hang Nadim kemudian dirancang menjadi sebuah kawasan hub logistik yang akan meningkatkan perekonomian dan industri di Kota Batam. Pengembangan ini juga dilakukan sebagai upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia. Selain itu, Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.

Oleh karena itu, pembangunan dan perluasan gedung kargo menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hal tersebut. Apron kargo yang telah dikembangkan memiliki panjang 500 meter dan lebar 168 meter. Dengan panjang dan luas itu, apron kargo Bandara Internasional Hang Nadim mampu menampung 5 pesawat berbadan besar, yakni Boeing-777.

Saat ini, gedung kargo Bandara Internasional Hang Nadim memiliki ukuran 80 meter x 32 meter dan rencana selanjutnya akan dibangun terminal atau gedung kargo dengan luas gedung ± 9.600 meter persegi. BP Batam sendiri telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim pada akhir tahun 2020 lalu.

Apron Kargo ini dibangun sebagai penunjang Gedung Kargo untuk menambah daya saing Batam, yang diproyeksikan akan menunjang Bandara Internasional Hang Nadim menjadi Bandara Hub-Logistik Indonesia Bagian Barat.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyebutkan bahwa pihaknya memang merencanakan pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar, dan pelabuhan lainnya. Pengembangan dua sektor itu merupakan langkah kesiapan menjadikan kawasan ini menjadi hub logistik internasional, dan diharapkan membantu perekonomian masyarakat Batam dan juga Indonesia.

Teranyar, BP Batam telah melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) [WIKA] selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Sementara dari sisi laut, BP Batam telah mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar dengan mendatangkan 1 unit Ship to Shore (STS) Crane dari Korea Selatan. Kehadiran STS Crane ini diyakini akan membuat pelayanan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batu Ampar, jadi lebih cepat dan efisien.

STS Crane dengan bobot 760 ton itu, memiliki kemampuan bongkar muat hingga 35 boks kontainer per jam, yang dapat mempersingkat waktu tunggu atau dwelling time di Terminal Umum Batu Ampar. Yang pada gilirannya dapat berimplikasi pada penurunan beban biaya logistik yang dikeluarkan oleh pengusaha.

Kehadiran STS Crane ini dinilai sebagai sebuah kemajuan mengingat lalu lintas kontainer di Pelabuhan Batu Ampar yang amat padat. Per tahunnya, lalu lintas kontainer di pelabuhan ini mencapai 600 ribu lebih.

Dengan dioperasikannya STS Crane oleh BP Batam, maka seluruh proses bongkar muat peti kemas baik domestik maupun internasional di Terminal Umum Batu Ampar akan diprioritaskan menggunakan alat bongkat muat asal Korea ini.

BP Batam juga turut membangun jalan sebagai salah satu upaya melakukan interkoneksi antar tiap kawasan industri. Salah satunya adalah dengan terus menggesa pembangunan jalan arteri yang menghubungkan Kawasan Batu Ampar hingga Batu Besar, Nongsa.

Pembenahan sekaligus pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim yang melibatkan banyak pihak, dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar perlahan menunjukkan hasilnya. Lebih lagi 2 objek tersebut sangat strategis berada di jalur lalu lintas internasional Selat Malaka dan Asia Tenggara, membuatnya diyakini dapat menjadi hub destinasi penerbangan dan logistik baik di wilayah domestik maupun internasional.

Bagikan:

Nomor telepon Pemadam Kebakaran

PBK Batu Ampar

PBK Duriangkang

PBK Sekupang

PBK Sagulung

PBK Sei Panas

Nomor Telepon RS BP Batam